JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

DPRD Karanganyar Soroti 174.065 Warga Belum Terkover JKN. DKK Sebut Ada Subsidi Nasional

Endang Muryani. Foto/Wardoyo
Endang Muryani. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Tingginya warga yang belum teekover JKN menuai kritikan dari DPRD Karanganyar. Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani menyoroti 174.065 jiwa penduduk Karanganyar belum terkover JKN.

“Keluhan ini sering saya dengar, warga miskin belum punya BPJS kesehatan. Padahal mereka berhak dibiayai pemerintah. Kembali ke pendataan, Dinsos dan Dinkes perlu lebih cermat,” katanya.

Baca Juga :  Parah, Tak Beri Contoh Yang Baik, Hajatan Pak Kadus di Gedongan Karanganyar Langsung Didatangi Tim Satpol PP. Kasatpol Ingatkan Kalau Banyak Warga Terpapar Covid-19 Satu Kampung Bisa Langsung Dilockdown!

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menganggap pentingnya pencegahan sakit. Menurutnya itu akan mengurangi problem yang timbul dari pengelolaan JKN.

Mengenai selisih Rp 82 miliar pada penerimaan dan biaya pelayanan kesehatan tahun 2018, hal itu dapat diatasi melalui subsidi nasional program JKN.

Baca Juga :  Tegaskan Pemuda Pancasila Bukan Untuk Gagah-Gagahan, Ketua MPC PP Karanganyar Minta Warga Tak Takut Kehadiran PP!

Lebih lanjut dikatakan, APBD kabupaten tahun 2019 memasang anggaran Rp 14 miliar untuk integrasi dari Jamkesda ke BPJS kesehatan. Sebanyak 52.000 jiwa masuk PBI.

“Sampai April 2019 sudah terdaftar 48.000 jiwa. Ini sesuai rekomendasi Dinas Sosial. Akan dicek lagi secara faktual kondisi penerima,” katanya. Wardoyo