loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selain mendapat tentangan dari dalam, seruan boikot pajak dari Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono mendapat tanggapan dari Hendropriyono.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), itu mengatakan,  seruan boikot pajak sama saja dengan pemberontakan.

Sebagaimana diketahui, seruan itu ditujukan kepada pendukung Calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Ada yang teriak tak mau bayar pajak, itu namanya pembangkangan sipil dan itu  memang membakar untuk pemberontakan sipil,” ujar Hendropriyono di Gedung Djoeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2019).

Ia mengingatkan kepada pihak oposisi bahwa kudeta sipil yang berhasil itu harus mendapatkan legitimasi TNI dan Polri.

Baca Juga :  Bosan Dengar Janji, Novel: Ini Janji Kelima Jokowi

Dia menyampaikan tanpa itu gerakan model apapun bakal sia-sia.

“Saya ingatkan, tidak ada kudeta sipil yang berhasil di dalam sejarah karena TNI dan Polri tidak di belakang,” ujarnya.

Saat ini, kata Hendro, bahwa TNI dan Polri tetap berada pada sumpah prajuritnya.  Menurut dia, sapta marga tidak boleh diutak-atik untuk kepentingan golongan tertentu.

“Sumpah prajurit itu bunyinya nomor satu setia pada pemerintah dan tunduk pada undang-undang dan ideologi negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Arief Poyuono menyatakan seruan boikot pajak itu sebagai bentuk pelaksanaan hak masyarakat karena tak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019.

Baca Juga :  12 Pegawai KPK Mundur, Ini Alasan Mereka yang Diungkap Saut Situmorang

“Tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate,” ujar Arief ketika itu.

www.tempo.co

Loading...