loading...
Loading...
Korban intimidasi pilihan asal Dukuh Piji, Glonggong, Gondang bersama keluarga saat melapor ke Bawaslu Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus dugaan ancaman dan intimidasi pemilih agar mencoblos PDIP pada Pemilu 2019 di Dukuh Piji, Glonggong, Gondang, bergulir makin kencang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen memastikan sudah mengamankan barang bukti rekaman perihal pengakuan dari terlapor.

“Barang bukti yang diserahkan adalah rekaman. Rekaman yang berisi pengakuan dari terlapor,” papar Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo kepada Joglosemarnews.com.

Baca Juga :  AIDS Renggut 116 Nyawa di Sragen, KPA Jamin Ketersediaan Obat dan Layanan Tes HIV di Puskesmas 

Budhi menguraikan barang bukti itu diserahkan oleh Panwascam. Dalam rekaman itu berisi pengakuan bahwa memang melakukan aksi mendatangi dari rumah ke rumah saat makam sebelum coblosan 16 April lalu.

“Isinya bilang cah nom-nom (anak-anak muda) sak dukuh tok (satu dukuh saja),” urainya.

Baca Juga :  Parah, Rp 350 Juta Setoran Parkir di Sragen Terdeteksi Menguap. Diduga Dikemplang Mafia

Terkait kasus itu, ia menyampaikan klarifikasi sudah lengkap. Tak hanya korban, saksi-saksi dan terlapor juga sudah diklarifikasi semua.

Jumlah terlapor dalam kasus ini tidak hanya oknum PNS dan Ketua KPPS berinisial WT saja, namun juga ada dua terlapor lainnya yang diduga adalah kader PDIP.

Baca Juga :  Kecelakaan 2 Motor Mahasiswi VS Siswi di Pasar Masaran Sragen, Satu Korban Ditemukan Terkapar Luka Parah

Budhi menyampaikan selanjutnya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Semua komisioner akan bertemu untuk dirapatkan dan mengkaji hasil klarifikasi guna memutuskan kasus itu.

“Hasilnya nanti baru direkomendasikan. Maksimal tanggal 17 Mei harus sudah disampaikan tapi sebisa mungkin sebelum tanggal itu, sudah ada hasilnya,” tandasnya. Wardoyo.

 

Iklan
Loading...