JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Ancaman Agar Nyoblos PDIP di Sragen, Bawaslu Sebut Sudah Kantongi Bukti Rekaman. Isinya Mengejutkan.. 

Korban intimidasi pilihan asal Dukuh Piji, Glonggong, Gondang bersama keluarga saat melapor ke Bawaslu Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Korban intimidasi pilihan asal Dukuh Piji, Glonggong, Gondang bersama keluarga saat melapor ke Bawaslu Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus dugaan ancaman dan intimidasi pemilih agar mencoblos PDIP pada Pemilu 2019 di Dukuh Piji, Glonggong, Gondang, bergulir makin kencang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen memastikan sudah mengamankan barang bukti rekaman perihal pengakuan dari terlapor.

“Barang bukti yang diserahkan adalah rekaman. Rekaman yang berisi pengakuan dari terlapor,” papar Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Budhi menguraikan barang bukti itu diserahkan oleh Panwascam. Dalam rekaman itu berisi pengakuan bahwa memang melakukan aksi mendatangi dari rumah ke rumah saat makam sebelum coblosan 16 April lalu.

Baca Juga :  KKN Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswi UNS asal Sragen Ini Gencarkan Sosialisasi, Baksos Hingga Pasang MMT Cegah Covid di Kampung Sendiri. Tokoh Masyarakat Pun Sampaikan Apresiasi

“Isinya bilang cah nom-nom (anak-anak muda) sak dukuh tok (satu dukuh saja),” urainya.

Terkait kasus itu, ia menyampaikan klarifikasi sudah lengkap. Tak hanya korban, saksi-saksi dan terlapor juga sudah diklarifikasi semua.

Jumlah terlapor dalam kasus ini tidak hanya oknum PNS dan Ketua KPPS berinisial WT saja, namun juga ada dua terlapor lainnya yang diduga adalah kader PDIP.

Baca Juga :  Sering Bikin Geger, Bupati Sragen Tegaskan Tak Ada Lagi Izin Pendirian Tugu Perguruan Silat. Tugu Yang Ada Bisa Dirobohkan Jika Ada Pelebaran!

Budhi menyampaikan selanjutnya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Semua komisioner akan bertemu untuk dirapatkan dan mengkaji hasil klarifikasi guna memutuskan kasus itu.

“Hasilnya nanti baru direkomendasikan. Maksimal tanggal 17 Mei harus sudah disampaikan tapi sebisa mungkin sebelum tanggal itu, sudah ada hasilnya,” tandasnya. Wardoyo.