loading...
Loading...
Korban intimidasi pilihan asal Dukuh Piji, Glonggong, Gondang bersama keluarga saat melapor ke Bawaslu Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus dugaan ancaman dan intimidasi pemilih agar mencoblos PDIP pada Pemilu 2019 di Dukuh Piji, Glonggong, Gondang, bergulir makin kencang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen memastikan sudah mengamankan barang bukti rekaman perihal pengakuan dari terlapor.

“Barang bukti yang diserahkan adalah rekaman. Rekaman yang berisi pengakuan dari terlapor,” papar Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo kepada Joglosemarnews.com.

Baca Juga :  Bakar Sampah Lalu Ditinggal, Rumah dan Kandang Warga Gondang Sragen Ludes Terbakar. Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 50 Juta 

Budhi menguraikan barang bukti itu diserahkan oleh Panwascam. Dalam rekaman itu berisi pengakuan bahwa memang melakukan aksi mendatangi dari rumah ke rumah saat makam sebelum coblosan 16 April lalu.

“Isinya bilang cah nom-nom (anak-anak muda) sak dukuh tok (satu dukuh saja),” urainya.

Baca Juga :  Pelaku Pencabulan Siswi SMP Gemolong Yang Digerebek Saat Mesum, Terancam 15 Tahun Penjara. Polisi Amankan HP Berisi WA Video Asusila

Terkait kasus itu, ia menyampaikan klarifikasi sudah lengkap. Tak hanya korban, saksi-saksi dan terlapor juga sudah diklarifikasi semua.

Jumlah terlapor dalam kasus ini tidak hanya oknum PNS dan Ketua KPPS berinisial WT saja, namun juga ada dua terlapor lainnya yang diduga adalah kader PDIP.

Baca Juga :  Fakta Baru Dari Penggerebekan Siswi SMP Gemolong Saat Mesum dengan Pacarnya. Ternyata Baru Sebulan Pacaran, Korban Mengaku Kenal Via FB 

Budhi menyampaikan selanjutnya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Semua komisioner akan bertemu untuk dirapatkan dan mengkaji hasil klarifikasi guna memutuskan kasus itu.

“Hasilnya nanti baru direkomendasikan. Maksimal tanggal 17 Mei harus sudah disampaikan tapi sebisa mungkin sebelum tanggal itu, sudah ada hasilnya,” tandasnya. Wardoyo.

 

Loading...