JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Dugaan Pelanggaran Bupati Sragen, Begini Keputusan Akhirnya! 

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus dugaan ketidaknetralan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan pose satu jari sebelum Pemilu lalu, sudah mencapai keputusan. Seperti banyak diprediksi, kesimpulan akhir dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya memutuskan kasus itu dihentikan.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, Sabtu (11/5/2019). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Budhi mengatakan kasus bupati pose satu jari itu memang sudah dihentikan.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Satu Warga Sambirejo Meninggal dengan Status PDP Corona. Jadi Korban Meninggal ke-24, Sempat Dirawat di RSUD Sragen

“Dasarnya karena tidak memenuhi unsur pelanggaran kode etik sebagai kepala daerah. Karena laporan dari pelapor menyoal dugaan pelanggaran kode etik,” paparnya.

Menurut Budhi, kesimpulan itu diputuskan melalui hasil kajian dan pleno yang sudah digelar beberapa waktu lalu. Keputusan itu juga sudah dikonsultasikan dengan Bawaslu Provinsi Jateng.

Baca Juga :  Peduli Penanganan Covid-19 Sragen, PLN Surakarta Gelontor 12 Wastafel Portabel. Bupati Berharap Bisa Bermanfaat Untuk Masyarakat

Menurut Budhi, yang dipersoalkan oleh pelapor memang bukan soal pidana pemilu atau yang lain. Namun karena dugaan pelanggaran kode etik.

Hasil itu juga sudah dikirimkan ke pelapor, terlapor maupun dipampang di pengumuman Bawaslu. Wardoyo