JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ketua MUI Kecamatan Mojogedang Karanganyar Tolak People Power. Sebut Gerakan Inkonstitusional, Imbau Masyarakat Hormati Keputusan KPU 

Suhud. Foto/Wardoyo

IMG 20190514 134324
Ketua MUI Mojogedang, Suhud. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Mencuatnya isu people power belakangan ini, memantik reaksi dari tokoh-tokoh agama di Karanganyar. Salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mojogedang, Suhud menyatakan tegas menolak adanya gerakan people power.

Ditemui di kediamannya Dusun Bendungan RT 1/10, Desa Kaliboto, Mojogedang, orangtua dari bupati Karanganyar itu menyatakan dengan tegas menolak adanya people power.

Menurutnya, people power adalah gerakan yang inkonstitusional.

Baca Juga :  Isi Momentum Jelang Lebaran, PBVSI Karanganyar Santuni Atlet Yatim dan Uang Transport  Pada Wasit, Pelatih Serta Pemain

“Kami memandang gerakan people power inkonstitusional. Karenanya kami menolak,” paparnya Selasa (14/5/2019).

Sebaliknya, Suhud mengimbau dan mengajak semua elemen untuk bersabar dan menghormati proses yang sedang dijalankan oleh KPU. Menurutnya sudah sewajarnya semua pihak menunggu apapun keputusan KPU.

Baca Juga :  Volume Kendaraan di Tol Soker Ruas Karanganyar Menurun Hingga 25 Persen. Diperkirakan H-1 Makin Menurun

Sebab pelaksanaan Pemilu serentak sudah berjalan dengan damai, lancar, transparan dan demokratis.

“Kami berharap semua masyarakat utamanya di Kecamatan Mojogedang untuk bersabar dan menghormati apapun keputusan KPU nanti. Yang utama menjaga persatuan dan kesatuan,” tandasnya. Wardoyo