JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Klaim Surplus Beras 198.660 Ton, Bupati Karanganyar Sebut Akan Bangun Waduk di Jatiyoso 

Peresmian waduk gondang. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Peresmian waduk gondang. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengklaim saat ini Karanganyar sudah surplus beras 198.660 ton. Pembangunan Waduk Gondang diyakini akan makin memacu sektor pertanian dan wisata di Karanganyar.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai peresmian Waduk Gondang, Kamis (2/5/2019). Ia mengucapkan terima kasih kepada presiden dengan pembuatan waduk gondang tersebut. Sebab hal ini akan memicu sektor pariwisata di Karanganyar.

Dahulu tahun 2014 diletakkkan batu pertama dan kini diresmikan oleh Presiden di Tahun 2019.

“Saya yakin kesejahteraan rakyat akan meningkat. Indek pembangunan manusia 75,22 persen,  Pertumbuhan ekonomi mencapai 55,6 prsen, inflasi, 2.40 persen dan angka kemiskinan turun menjadi 10 persen,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disdikbud Karanganyar Diam-Diam Terjunkan Tim Investigasi Usut Kasus 2 PNS di Colomadu. Kadinas: Wis To Percoyo Aku, Sanksi Tegas!

Tidak lama lagi, menurut Juliyatmono juga akan dibangun waduk di Tlobo Jatiyoso.

Khusus untuk waduk Tlobo 100 persen mengalir ke wilayah Karanganyar. Saat ini Karanganyar sudah surplus 198.660 ton beras. Dengan adanya waduk maka surplus beras akan bertambah.

Sementara Presiden Jokowi mengatakan bendungan Gondang akan mengairi sawah seluas 4.680 hektar, baik yang ada di Sragen maupun dan Karanganyar.

Baca Juga :  Bupati Djoko Nugroho Minta OPD Patuhi Instruksi Presiden Jokowi Soal Aspek Kesehatan dan Ekonomi

“Ke depan, bendungan ini juga sangat bagus untuk wisata. Saya harap ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Karanganyar dan sekitarnya, ” ungkap Jokowi usai meresmikan waduk seluas 96,23 hektar itu.

Usai meresmikan, Presiden melihat langsung lokasi. Dilanjutnya dengan menurunkan penutup air. Presiden berharap dengan hadirnya waduk ini, petani yang biasa panen satu atau dua kali, bisa melakukan panen sampai tiga kali.

Pihaknya juga terus membuat waduk di beberapa lokasi agar pertanian bisa panen satu tahun 3 kali. Wardoyo