loading...
Loading...

 

Tim Polsek Tanon dan warga memadati lokasi penemuan mayat balita di Dukuh Karangdowo, Kecik, Tanon Senin (6/5/2019). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kematian tragis balita mungil bernama Muhammad Nuham (2,5) asal Dukuh Gawan RT 12, Desa Gawan, Tanon di aliran Sungai Bengawan Solo, Senin (6/5/2019) menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Betapa tidak, duka itu hadir di hari pertama bulan puasa. Balita malang itu diduga tewas tenggelam dan terseret arus sungai.

Bocah mungil itu ditemukan tak bernyawa mengapung di aliran sungai sekitar pukul 09.00 WIB di bantaran sungai Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Tanon sekitar 2 kilometer dari Desa Gawan.

Lantas mengapa bocah mungil itu bisa sampai terseret arus sungai? Data yang dihimpun dari hasil olah TKP kepolisian, kejadian bermula ketika sekitar pukul 07.00 WIB, balita itu tengah bermain di rumah dan diasuh oleh neneknya, Yati (55).

Rumah korban kebetulan berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo. Saat itu, korban bermain di dalam rumah, sedangkan neneknya duduk di teras depan rumah.

Baca Juga :  Berikut Daftar Kerusakan Akibat Angin Puting Beliung di 4 Kecamatan di Sragen. Total Ada 35 Rumah Rusak! 

“Kemudian nenek korban curiga ketika memanggil korban tidak ada jawaban. Lalu dia mencari-cari ke sekitar rumah dan tidak ditemukan,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Senin (6/5/2019).

Tim Identifikasi Polres Sragen dan Puskesmas Tanon saat mengidentifikasi jasad balita mungil yang ditemukan tewas di Bengawan Solo Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Tanon, Sragen, Senin (6/5/2019) pagi. Foto/Wardoyo

Karena tak ketemu, nenek korban woro-woro ke tetangga minta tolong untuk membantu mencari cucunya. Selanjutnya tetangga beramai-ramai mencari ke kolam ikan yang ada di belakang rumah dan sekitar sungai Bengawan Solo.

Hampir dua jam pencarian gagal menemukan si bocah mungil itu. Sebelum akhirnya, sekitar pukul 09.00 WIB, terdengar kabar dari tetangga desa di Karangdowo, Kecik yang menemukan jasad balita malang itu.

Setelah diangkat dari sungai dan dikroscek, jasad bocah yang ditemukan tewas itu ternyata adalah jasad Nuham.

Saat ditemukan, balita mungil itu mengenakan baju warna hijau.

Setelah itu, jasad dievakuasi bersama oleh warga dan kemudian diantar ke rumah duka. Tim Polsek langsung meluncur melakukan olah TKP dan identifikasi,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, Senin (6/5/2019).

Baca Juga :  Ratusan Personel Babinsa dan Danramil se-Sragen Mendadak Dikumpulkan di Dayu Park. Ada Apa? 

AKP Agus menambahkan dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Tanon dan tim identifikasi Polres Sragen, tidak menemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Karena pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad balita mungil itu lalu diserahkan untuk dimakamkan. Wardoyo

 

Loading...