loading...
Loading...
Tono, Caleg terpilih DPRD Sragen dari partai Nasdem. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sragen mencetak sejarah. Untuk kali pertama, partai pendatang baru di kancah perpolitikan negeri ini tersebut mampu mendudukkan wakilnya di kursi DPRD Sragen periode 2019-2024.

Kursi legislatif itu diraih oleh salah satu kader terbaik Nasdem Sragen, Tono (42). Bapak muda dua anak asal Dukuh Ngrampal RT 32, Kebonromo, Ngrampal itu sukses menembus kerasnya persaingan perebutan kursi di Pileg DPRD Kabupaten Sragen daerah pemilihan (Dapil) Sragen 6 meliputi Karangmalang, Ngrampal, Kedawung.

Meski baru kali pertama, Tono mampu membawa Nasdem meraih satu kursi dengan menduduki peringkat keempat perolehan suara di Dapil 6.

Nasdem total meraup 10.067 suara dan Tono mendapat 6.822 suara. Pencapaian itu bisa terbilang fenomenal.

Pasalnya ia berangkat bukan dari latar belakang birokrat, pengusaha bergelimang harta ataupun politikus tajir yang selama ini hampir mendominasi pertarungan Pileg.

Namun, ia berangkat hanya dengan bekal predikat sebagai mantan tenaga kerja indonesia (TKI).

“Awalnya saya merantau jadi TKI di Korea dari tahun 1999 sampai 2008. Lalu pulang dan mendirikan LPK Mitra Gama Abadi tahun 2011. LPK ini saya rintis untuk membantu memfasilitasi para siswa belajar bahasa korea dan skill untuk bekerja di Korea. Kami fasilitasi sampai seleksi nanti penempatan tergantung dari BNP2TKI yang sudah punya program kerjasama G to G antara Indonesia dengan Korea. Alhamdulilah sudah ada 700an alumni LPK kami yang sudah bekerja di Korea dan bisa berhasil,” papar Tono, Rabu (8/5/2019).

Baca Juga :  Riting Kiri Tapi Beloknya Nganan, Warga Sumberlawang Sragen Tewas Terpenggal Pemotor Dari Belakang 

Kebaikannya dalam membantu siswa dan mengantar keberhasilan di Korea, rupanya makin menguatkan ikatannya dengan para alumninya. Jiwa sosialnya yang tak lupa berbagi sumbang sih ke warga dan lingkungan yang ia lakukan selama menjadi TKI, juga membuat warga akhirnya mendorongnya untuk maju ke Pileg.

“Awalnya warga mendorong maju Pilkades. Tapi Ibu saya enggak merestui, saya akhirnya mundur. Lalu saya tawarkan ke teman-teman siapa yang mau maju ke Pileg, saya siap membantu, tapi malah mereka mengerucutnya menunjuk saya maju. Ibu merestui, akhirnya dengan niat dan dorongan warga serta alumni akhirnya saya maju lewat Nasdem itu,” tuturnya.

Selain restu ibunya, keputusannya ikut Pileg juga karena dorongan kuat dari warga di Kebonromo dan sekitar Ngrampal serta rekan TKI yang ingin memiliki wakil di birokrasi atau DPRD.

Menurutnya, keinginan warga sangat kuat untuk memiliki wakil rakyat dari daerah sendiri agar bisa membangun lewat bantuan voucher atau aspirasi DPRD seperti desa-desa lain.

Tono pun merasakan dukungan warga dan alumni TKI serta sedulur PSHT sangat besar. Bahkan yang membuatnya trenyuh, mereka rela bergerak membuat kader dan membiayai sendiri sosialisasi di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Diduga Ilegal dan Bahayakan Lingkungan, Sejumlah Warga Gondang Desak Penutupan Galian C Bumiaji 

“Modal saya hanya silaturahmi ke warga dan memberdayakan jaringan.  Alhamdulillah saya bersyukur banyak warga dan teman-teman yang membantu. Mereka antusias sekali ingin punya wakil yang memperjuangkan di DPRD. Seperti di Desa Klandungan itu hampir di setiap RT mereka buat kader sendiri. Saya hampir nggak keluar biaya. Dan perolehan suara saya bisa sampai 1.771 suara dari hak pilih sekitar 2.020 di situ,” urainya.

Di akhir cerita, Tono mengaku tak punya obsesi muluk-muluk ketika sudah menjabat DPRD nanti. Menurutnya langkah di jalur politik itu akan dijadikan sebagai sarana pengabdiannya kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi perjalanan ibadah buat saya. Amanat rakyat ini bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...