loading...
Loading...
Ilustrasi. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Ratusan sopir bus khususnya Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mendapatkan fasilitas cek kesehatan di Terminal Tipe A Tirtonadi. Pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, diabetes, kandungan alkohol dan narkoba dan digelar selama dua hari Selasa-Rabu (22-23/5/2019).

Koordinator Pemeriksaan Pengemudi Bus dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Sunaryo mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan pada 100 pengemudi bus jatak jauh sebagai langkah antisipasi.

‘Melalui cek kesehatan ini akan dapat dilihat faktor resiko kesehatan para pengemudi bus. Kemudian akan diterbitkan surat sertifikasi layak jalan bagi pengemudi dari pihak terminal. Kami yang merekomendasikan layak tidaknya pengemudi membawa kendaraannya berdasarkan faktor resiko kesehatan mereka,” ujarnya.

Sunaryo menambahkan, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, faktor resiko kesehatan yang paling banyak ditemukan pada para pengemudi adalah gangguan tekanan darah atau darah tinggi.

Baca Juga :  Ratusan Peserta Ikuti Dandim Cup Gladhen Ageng Jemparingan di Beteng Vastenburg

“Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satubya karena ketegangan akibat mengemudi jarak jauh. Ditambah dengan kebiasaan pengemudi setiap harinya dan mengabaikan olahraga. Ketika kondisi fisik pengemudi turun, maka harus disiapkan pengemudi pengganti. Idealnya seperti itu. Kemudian bagi pengemudi yang sakit akan diobati selama tiga hari kemudian dipantau,” paparnya.

Ditambahkan Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun untuk menghadapi momen mudik dan balik Lebaran 2019 kali ini, kegiatan cek kesehatan akan lebih sering dilakukan.

Baca Juga :  UPT Layanan Internasional UNS Gelar Global Challenge Fest 2019

“Lebaran selalu fokus pada ramcek dan cek kesehatan. Kami tekankan pada persiapan pengemudi untuk menghadapi afus mudik dan balik, demi menjaga keamanan dan kenyamanan para penumpang. Kalau memang didapati pengemudi tidak layak membawa kendaraannya karena faktor resiko kesehatan, kami berhak memberhentikannya,” tandas Joko. Triawati PP

Loading...