loading...
Loading...
Warga dan petugas pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan Api di Karangtalun, Tanon, Sragen, Kamis (23/5/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebakaran terjadi di Dukuh Grigit RT 18, Desa Karangtalun, Tanon, Sragen, Kamis (23/5/2019) petang. Gara-gara petasan modifikasi, sebuah rumah warga dilalap api.

Insiden itu menimpa rumah Jumadi (32) sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah milik korban sebagian teras samping yang digunakan menyimpan jerami hangus terbakar.

Data yang dihimpun, api kali pertama diketahui Iin (30), istri korban. Saat sedang mandi, ia dikejutkan dengan teriakan putranya Raihan (10) yang berteriak kebakaran kebakaran.

Iin yang sedang mandi langsung bergegas keluar. Sesampai di luar, ia sudah disambut pemandangan kobaran api membumbung membakar teras samping rumahnya yang terbuat dari kayu.

Baca Juga :  Kumpulkan Rohis SMA/SMK se-Sragen, Gubernur Ganjar Ungkap Satu dari 4 Siswa Dibully Karena Agama. Minta Intoleransi di SMAN 1 Gemolong Tidak Terulang!

Bersamaan itu, warga berhamburan mendekat membantu pemadaman. Tak lama dua unit mobil pemadam datang untuk menjinakkan api.

Beruntung sekitar satu jam berjibaku, api berhasil dijinakkan sekita pukul 16.45 WIB.

Akibat kejadian itu, sebagian rumah korban hangus terbakar dengan kerugian material mencapai jutaan rupiah.

Dari hasil olah TKP, diduga api berasal dari sulutan petasan modifikasi yang dimainkan putra korban, Sarip (6).

Petasan yang diberi bahan bakar spirtus itu diduga meledak dan letupan apinya menyulut ke arah tumpukan jerami.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan insiden itu. Ia memastikan tak ada korban jiwa dalam musibah itu namun kerugian jutaan rupiah.

Baca Juga :  Demi Kebutuhan Sehari-Hari, Robert Asal Tangen Sragen Rela Bobol Bengkel di Transito. Barang Curiannya Dijual Paketan Lewat Online

“Diperkirakan sumber api berasal dari petasan modifikasi pakai spirtus yang dimainkan oleh anak korban. Imbauan kami agar anak-anak sebisa mungkin diawasi agar tak sampai bermain petasan karena sangat berbahaya,” tukasnya. Wardoyo

Loading...