loading...
Loading...
Pimpinan Majelis Tafsir Al-Quran (MTA), Ustaz Ahmad Sukina. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencananya pengumuman hasil Pemilu 2019 akan dilaksanakan pada 22 Mei 2019 mendatang. Saat pengumuman tersebut masih bertepatan dengan bulan Ramadan, dimana umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa.

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Quran (MTA), Ustaz Ahmad Sukina meminta, apapun hasil Pemilu 2019 yang telah berjalan dengan baik masyarakat harus  bisa menerima. Jangan sampai, terjadi hal yang tidak diinginkan hingga mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Dalam Pemilu pasti ada yang kalah dan menang, apalagi pemilihan Presiden yang calonnya hanya dua jadi pasti ada yang kalah dan menang, jangan semua minta menang. Bagi pendukung yang kalah harus menerima apapun hasilnya. Para elite politik harus ikut mengendalikan pendukungnya. Jangan sampai timbul kerusakan nanti yang rugi juga seluruh rakyat apalagi rakyat kecil,” terang Sukina saat ditemui wartawan, Minggu (5/5/2019) siang.

Baca Juga :  Pemkot Solo Tunggu Instruksi Gubernur Terkait Larangan Konsumsi Daging Anjing

Dikatakan, Bulan Ramadan merupakan bulan yang suci dan dihormati oleh umat Islam. Orang yang berpuasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menahan dari segala perbuatan merusak nilai puasa. Secara otomatis, puasa akan membawa suasana Kota Solo hingga Indonesia tetap kondusif pasca Pemilu 2019.

“Bulan Ramadan harus menjadi bulan yang tenang, siang dan malam diisi dengan Ibadah. Tidak akan sempat untuk berbuat yang maksiat. Bagi rakyat sudah selesai memberikan hak suaranya, hitungan diserahkan ke penyelenggara Pemilu yang menjalankan sesuai undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, MTA tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. Ia berharap Kota Solo dan seluruh Indonesia yang notabene MTA juga ada hingga ke pelosok daerah tetap kondusif.

Terpisah, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Tjipto Subadi, mengatakan selama Pemilu dilaksanakan dengan baik tanpa praktik yang merugikan demokrasi siapapun pemenangnya tidak akan ada masalah. Menurutnya, apabila rakyat diciderai atau merasa dirugikan tidak boleh marah hingga melakukan aksi anarkistis namun melalui konstitusional.

Baca Juga :  Seleksi Panwascam Kota Solo Akan Diikuti 70 Pendaftar

“Salurkan secara kontitusi hokum yang berlaku. Jangan ciderai suara rakyat. Penyelenggara Pemilu juga harus adil dan bijaksana,” katanya. Syahirul

 

 

Loading...