JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Tahun Berdiri, 2 Pos Lantas Bulu dan Jati Sragen Kini Ditutup. Kapolres Sebut Tak Efektif Lagi! 

Kondisi pos lantas Bulu di jalur Solo-Sragen tepatnya di Bulu, Purwosuman, Sidoharjo tampak lengang usai ditutup operasionalnya baru-baru ini oleh Polres Sragen. Foto diambil Rabu (1/5/2019)
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi pos lantas Bulu di jalur Solo-Sragen tepatnya di Bulu, Purwosuman, Sidoharjo tampak lengang usai ditutup operasionalnya baru-baru ini oleh Polres Sragen. Foto diambil Rabu (1/5/2019)

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dua pos polisi di jalur utama Sragen secara mengejutkan ditutup. Dua pos itu yakni Pos Lantas Bulu di jalur Sragen-Solo tepatnya di Purwosuman, Sidoharjo dan Pos Jati di jalur Sragen-Ngawi tepatnya di Desa Jati, Sambungmacan.

Penutupan dua pos lantas yang sudah berdiri puluhan tahun itu dibenarkan oleh Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan. Ditemui usai menghadiri deklarasi damai pasca pemilu di Gedung Kartini Selasa (30/4/2019), Kapolres tak menampik penutupan dua pos Lantas itu.

Baca Juga :  Sering Bikin Geger, Bupati Sragen Tegaskan Tak Ada Lagi Izin Pendirian Tugu Perguruan Silat. Tugu Yang Ada Bisa Dirobohkan Jika Ada Pelebaran!

“Pos polisi di Bulu dan Jati itu ditutup memang untuk efisiensi. Kita kurangi personelnya, kami strong poinnya ke Pos lantas Gemolong,” papar Kapolres.

Ia menguraikan penutupan dua pos lantas di daerah rawan laka itu juga didasari pertimbangan karena intensitas arus disinyalir berkurang sejak adanya tol.

Menurutnya keberadaan pos polisi di dua titik itu menjadi tidak efektif sekali ketika disinyalir lalu lintas sudah berkurang banyak.

“Bulu tidak efektif karena hanya nunggu pabrikan keluar, kan nggak pas. Di Jati sekarang sepi sekali, gelap sekali. Kalau dulu memang efektif untuk mengantisipasi bajing loncat,” tandasnya.

Baca Juga :  Lewat Perjuangan Panjang, TKW Asal Sragen Yang Disekap dan Disiksa Majikan di Arab Saudi, Dipastikan Segera Dipulangkan 2 Minggu Lagi

Kapolres menambahkan penarikan personel di dua pos itu juga untuk persiapan penebalan kekuatan di pos terpadu perbatasan Ngawi dan beberapa pos terpadu lainnya. Ia membantah penutupan pos itu terkait dengan Pemilu.

“Tidak ada kaitannya dengan itu. Wacananya sudah kemarin-kemarin, cuma baru sempat sekarang. Kemarin enggak sempat,” tandasnya. Wardoyo