loading...
Loading...

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ibarat sinetron-sinetron televisi, lelaki berinisial SP (23) ini ditangkap polisi sesaat sebelum menikahi calon istrinya di  KUA Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Sabtu (11/5/2019).

Pasalnya, warga Kampung Wates Prontaan, Keluragan Wates, Kota Magelang itu diduga terlibat kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Petugas Satreskrim Polres Magelang Kota pun langsung menggelandang SP ke Mako Polres Magelang Kota. Dia gigelandang setelah bersama calon istrinya melaksanakan penataran perkawinan di KUA.

Di ruang Satreskrim, tersangka SP pun menikahi RK, di hadapan penghulu, keluarga, dan polisi, di kantor polisi.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi melalui Kasubag Humas, AKP Nur Sajaah, mengatakan, SP telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Korbannya adalah gadis berusia 17 tahun berinisial WE, warga Dusun Tampak Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Kasus itu terungkap dari laporan ayah korban, Wahyu Sasongko (51) pada 23 April 2019 lalu. Sebelumnya, pada akhir Januari 2019, ia membuka ponsel milik anaknya, WE dan melihat foto pelaku.

Baca Juga :  Kisah Cinta Terlarang Penjual Martabak di Yogya, Berhubungan Badan dan Direkam. Si Cewek Minta Putus, Si Pria Tak Mau dan Sebar Video Syur

Beberapa hari kemudian, pelaku datang ke rumahnya, dan bermaksud mengajak anaknya mencari pekerjaan.

Wahyu pun tak menaruh curiga. Baru sekitar tanggal 31 Januari 2019 lalu, tiba-tiba pelaku, SP dan orangtuanya datang ke rumah dan mengantarkan anaknya, WE kembali setelah menginap di rumah pelaku.

Ia bermaksud silaturahmi dan melamar korban, WE.

“Namun, satu bulan kemudian, korban WE mengeluhkan sakit pinggang dan tidak enak badan. Orangtuanya pun memeriksakan korban dan diketahui korban dalam keadaan hamil,” kata Kasubaghumas Polres Magelang Kota, AKP Nur Sajaah, Sabtu (11/5/2019).

Setelah itu, ayah korban berusaha menghubungi pelaku, SP untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, pelaku tak merespons, bahkan ayah korban mendapat informasi jika pelaku akan menikah dengan orang lain.

Merasa berang, ia langsung melaporkan SP ke kantor polisi.

Petugas kepolisian Resort Magelang Kota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak pun langsung melakukan penyelidikan.

SP diketahui akan menikah dengan perempuan berinisial RK, Sabtu (11/5/2019) di KUA Kecamatan Magelang Tengah, dan langsung melakukan tindakan.

Baca Juga :  Kabar Duka, Mahasiswa UIN Suka Jogja Tewas Terperosok ke Sumur Saat Jadi Imam Salat Isyak di Musala Pesantren Ilmu Giri, Bantul

SP dibawa ke Markas Polres Magelang Kota, tepat setelah penataran perkawinan di KUA.

Selanjutnya, pihaknya mengamankan barang bukti seperti pakaian korban, tersangka, dan bukti berupa visum korban.

Proses hukum akan terus berjalan. SP terancam UU No 35 Tahun 2014 Pasal 76 D tentang perlindungan anak, atas pelanggaran melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

“Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama mereka yang memiliki anak perempuan. Kepada para perempuan agar tetap menjaga diri dan tak nekat berhubungan suami-istri tanpa resmi menikah,” pungkasnya.

www.tribunnews.com

Loading...