
JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menuai beragam respons. Setelah sebelumnya dinilai menunjukkan mulai memudarnya magnet politik Jokowi, langkah tersebut kini juga disebut sebagai upaya mengirim sinyal kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya masih memiliki pengaruh dalam percaturan politik nasional.
Penilaian itu disampaikan pakar hukum tata negara, Feri Amsari. Menurutnya, agenda keliling daerah yang dilakukan Jokowi setidaknya memiliki dua tujuan, yakni membantu meningkatkan elektabilitas PSI menuju Pemilu 2029 sekaligus menunjukkan bahwa dirinya masih aktif memainkan peran politik.
“Dia butuh untuk partai ini dapat angka-angka yang layak untuk masuk parlemen sedari dini untuk maju,” kata Feri kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
“Sekaligus mau kasih tahu berbagai pihak bahwa dia masih bekerja, termasuk kepada Presiden Prabowo lah,” lanjutnya.
Meski menegaskan tidak ada aturan yang melarang mantan presiden melakukan safari politik, Feri menilai langkah Jokowi bertolak belakang dengan pernyataannya setelah lengser dari kursi kepresidenan.
“Katanya mau istirahat tetapi malah kemudian terjun ke dunia politik yang menurut saya seharusnya sudah masuk ke fase berwibawa sebagai guru bangsa,” ujarnya.
Feri juga menyinggung pernyataan Jokowi yang sebelumnya menyebut akan kembali menjadi rakyat biasa. Namun, menurutnya, kenyataan menunjukkan Jokowi justru aktif menjadi bagian dari mesin politik PSI, partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
“Dia menyatakan akan istirahat, akan pulang kampung menjadi warga negara biasa, ternyata kemudian menjadi mesin politik partai tertentu yaitu partai anaknya sendiri,” katanya.
Safari politik Jokowi di Lampung sendiri sebelumnya juga menjadi perhatian pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. Ia menilai kunjungan tersebut memperlihatkan tiga indikasi melemahnya magnet politik Jokowi, yakni antusiasme masyarakat yang dinilai terbatas, munculnya aksi penolakan dari sejumlah warga, serta diperkirakan tidak cukup kuat untuk mendongkrak elektabilitas PSI.
Rangkaian kunjungan Jokowi di Lampung selama 26–28 Juni 2026 memang diwarnai aksi demonstrasi dari Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML). Ratusan massa yang didominasi ibu-ibu menggelar unjuk rasa di Bundaran Adipura sebelum berencana bergerak menuju Gedung Rimbawan, lokasi Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandar Lampung.
Dalam safari politik perdananya itu, Jokowi mengenakan atribut PSI dan menghadiri sejumlah agenda partai, termasuk memberikan pengarahan kepada kader. Ia juga menyatakan optimistis PSI akan mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029.
“Kalau persoalan masuk parlemen, saya berani memastikan pasti masuk,” ujar Jokowi. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.












