JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sudah Ikhlas, Istri Almarhum Ketua PPK Tasikmadu Karanganyar Tegas Menolak Wacana Otopsi

Yuli Rahmawati. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Yuli Rahmawati. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Munculnya desakan dari sejumlah pihak yang menghendaki polisi melakukan otopsi terhadap petugas KPPS atau penyelenggara Pemilu yang meninggal, mendapat reaksi dari keluarga korban.

Salah satunya adalah Yuli Ambarwati, istri dari Ketua PPK Kecamatan Tasikmadu, Sapto Nugroho yang meninggal Rabu (24/4/2019) lalu. Yuli dengan tegas mengaku keberatan dan menolak dengan wacana otopsi.

“Saya istri dari Sapto Nugroho Ketua PPK Tasikmadu, atas nama keluarga menolak tegas otopsi. Saya sudah menerima dengan ikhlas kematian suami saya,” paparnya Selasa (14/5/2019).

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

Yuli menguraikan penolakannya didasarkan karena menilai kematian suaminya memang karena sebelumnya sudah ada riwayat sakit. Ia menyebut suaminya memang memiliki riwayat sakit asam lambung dan penyempitan syaraf motorik.

“Kami sudah menerima dengan ikhlas,” tuturnya.

Pernyataan penolakan otopsi itu juga dituangkan dalam sebuah surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani sendiri oleh Yuli, Selasa (14/5/2019).

Surat itu disampaikan kepada pihak Polres Karanganyar. Sebelumnya, Sapto Nugroho (59) yang berdomisili di Ngijo Kulon, Tasikmadu, Karanganyar itu dikenal sebagai tulang punggung keluarga.

Baca Juga :  Tersesat di Gunung Bisa Berakibat Fatal Berupa Kematian. Mengapa Banyak Pendaki Sering Tersesat Di Gunung Lawu, Berikut Ini Penyebabnya

Sapto mengembuskan nafas terakhirnya Rabu (24/4/2019) dinihari. Diduga kuat, almarhum meninggal akibat kelelahan setelah menjalankan tugas berat menjadi PPK selama perhelatan Pemilu.

Salah satu kerabat almarhum, Eko Heru Purnomo menyampaikan Sapto memang sebelumnya memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Kecapekan yang dialaminya selama bertugas mengurusi Pemilu diduga menjadi pemicu kondisi kesehatannya menurun pasca Pemilu yang berakhir 17 April 2019. Wardoyo