loading...
Loading...
KH Drs M. Abdullah Faisol. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Mencuatnya isu people power atau pengarahan massa menjelang penetapan hasil Pemilu oleh KPU RI, juga memantik penolakan dari PC NU Sukoharjo. Rais Syuriah NU Kabupaten Sukoharjo, KH Drs. M Abdullah Faisol mengajak semua umat dan masyarakat untuk lebih bersabar di bulan ramadhan ini.

Terkait dengan tahapan Pemilu, ia mengimbau semua pihak untuk lebih bersabar menunggu hasil yang saat ini sedang dihitung oleh KPU. Pihaknya juga meminta masyarakat menghormati hasil yang nanti ditetapkan oleh KPU dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar konstitusi seperti gerakan people power.

“Karena siapapun yang dinyatakan menang dan kalah, dalam pandangan agama Islam itu adalah takdir dari Allah SWT yang harus kita ikuti bersama-sama,” paparnya Selasa (14/5/2019).

Baca Juga :  Berita Sukoharjo Terkini. Upah Pungut PBB Sukoharjo Akan Dinaikkan Menjadi Rp3000 Per SPPT

Abdullah menguraikan secara konstitusional, apa yang dihasilkan KPU pada prinsipnya adalah produk yang dihasilkan bersama-sama.

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, ada prosedur yang bisa ditempuh yakni lewat jalur hukum atau Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, langkah itu justru tindakan yang sportif seperti yang digariskan oleh UU.

“Maka dari itu, sebagai warga negara yang baik, itu harus dipatuhi bersama-sama. Dalam ramadhan orang tidak dibolehkan untuk selalu menggunjing terhadap orang lain, mencela orang lain, apalagi sampai memfitnah orang lain,” terangnya.

Baca Juga :  Miliki Sabu, 2 Warga Sukoharjo Ditangkap Polisi. Tidak Diduga Satu Diantaranya Residivis

Menurut Abdullah, hal-hal tersebut sudah tegas dilarang dalam pandangan Islam baik tersurat maupun tersirat di Alquran maupun Al Hadist.

“Harapan kami semua bisa menjaga kerukunan. Damailah negeriku,” pungkasnya. Wardoyo

 

Loading...