JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Tolak People Power, Rais Syuriah PCNU Sukoharjo: Siapapun Yang Menang dan Kalah Itu Takdir Allah SWT Yang Harus Diikuti! 

Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
KH Drs M. Abdullah Faisol. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Mencuatnya isu people power atau pengarahan massa menjelang penetapan hasil Pemilu oleh KPU RI, juga memantik penolakan dari PC NU Sukoharjo. Rais Syuriah NU Kabupaten Sukoharjo, KH Drs. M Abdullah Faisol mengajak semua umat dan masyarakat untuk lebih bersabar di bulan ramadhan ini.

Terkait dengan tahapan Pemilu, ia mengimbau semua pihak untuk lebih bersabar menunggu hasil yang saat ini sedang dihitung oleh KPU. Pihaknya juga meminta masyarakat menghormati hasil yang nanti ditetapkan oleh KPU dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar konstitusi seperti gerakan people power.

Baca Juga :  Innalillahi, Bocah 3 Tahun Meninggal Tenggelam di Saluran Somoulun Miratan Desa Grajegan Kecamatan Tawangsari Sukoharjo

“Karena siapapun yang dinyatakan menang dan kalah, dalam pandangan agama Islam itu adalah takdir dari Allah SWT yang harus kita ikuti bersama-sama,” paparnya Selasa (14/5/2019).

Abdullah menguraikan secara konstitusional, apa yang dihasilkan KPU pada prinsipnya adalah produk yang dihasilkan bersama-sama.

Jika ada hal-hal yang kurang berkenan, ada prosedur yang bisa ditempuh yakni lewat jalur hukum atau Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, langkah itu justru tindakan yang sportif seperti yang digariskan oleh UU.

Baca Juga :  Kasus Remaja Meninggal Usai Latihan Pencak Silat di Gatak Sukoharjo, Polisi Masih Dalami Apakah Murni Kecelakaan Atau Ada Unsur Penganiayaan

“Maka dari itu, sebagai warga negara yang baik, itu harus dipatuhi bersama-sama. Dalam ramadhan orang tidak dibolehkan untuk selalu menggunjing terhadap orang lain, mencela orang lain, apalagi sampai memfitnah orang lain,” terangnya.

Menurut Abdullah, hal-hal tersebut sudah tegas dilarang dalam pandangan Islam baik tersurat maupun tersirat di Alquran maupun Al Hadist.

“Harapan kami semua bisa menjaga kerukunan. Damailah negeriku,” pungkasnya. Wardoyo