JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tiga Warga Karanganyar Meninggal Terserang DBD. Colomadu Paling Banyak

Ilustrasi petugas di Bangsal Anggrek RSUD Sragen saat memeriksa salah satu pasien anak yang terdiagnose DB Rabu (16/1/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi petugas di Bangsal Anggrek RSUD Sragen saat memeriksa salah satu pasien anak yang terdiagnose DB Rabu (16/1/2019). Foto/Wardoyo

KARANGAYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Wabah demam berdarah dengue (DBD) merenggut tiga korban nyawa di Karanganyar. Mereka meninggal dalam kurun antara bulan Januari-April 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karanganyar, Rita Ratna Sari Dewi.

Kepada wartawan, ia mengatakan dari awal tahun hingga April 2019, jumlah korban meninggal akibat DBD ada 3 orang. Kasus DBD meninggal itu rinciannya satu korban dari Colomadu I, satu orang dari Colomadu II pada April dan satu orang dari Gondangrejo pada Maret.

Baca Juga :  Kabar Baik, Mulai Besok Obyek Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Resmi Dibuka Kembali. Tapi Ada Ketentuan dan Batasan Pengunjungnya Berikut!

Angka korban meninggal itu sama dengan tahun lalu di mana ada 3 orang yang meninggal dunia akibat DBD, sedangkan untuk kasusnya ada sebanyak 78.

“Tahun ini meningkat dikarenakan faktor cuaca, kalau tahun lalu jarang turun hujan. Tahun ini curah hujan tinggi, dimana-mana banyak genangan sebagai tempat jentik nyamuk,” paparnya.

Baca Juga :  Sumanto Ungkap Sebagian OPD di Jateng Ketakutan Gunakan Anggaran Refocusing Covid-19. Dari Rp 2,2 Trilyun Baru Terpakai Rp 400 Miliar, Ada Apa?

Atas kejadian itu, pihaknya menghimbau, masyarakat supaya gencar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sebab nyamuk aedes aegypti berhabitat di air bersih sehingga sebisa mungkin tempat yang berpotensi menampung air harus dikuras.

“Selain itu juga mengubur barang bekas, dikhawatirkan dijadikan sebagai sarang nyamuk,” terangnya. Wardoyo