loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Titiek Soeharto tampak tersenyum tersanjung saat disoraki sebagai ibu presiden oleh para pendukung Prabowo.

Hal itu terjadi saat acara doa bersama untuk korban aksi 21-22 Mei 2019, yang digelar di pelataran Masjid At Tin, Jakarta Timur,  Kamis (30/5/2019) sore.

Sorakan itu dilontarkan massa yang hadir saat Titiek akan menyampaikan sambutan.

“Ibu presiden! Ibu presiden! Ibu presiden!” teriak massa.

Titiek tersenyum sembari mengatur standing microfon. Dia kemudian menyahut. “Presidennya jadi dulu, harus berjuang,” kata Titiek.

Titiek Soeharto pernah menikah dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto pada 1983. Keduanya tak lagi bersama setelah Prabowo dipecat dari militer pada tahun 1998.

Dalam sambutannya di acara doa bersama untuk korban aksi 21-22 Mei ini, Titiek menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Dia juga menyebut Ramadan ini menjadi ujian bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Muklis Si Pengemis Kaya, Ditangkap Ditangkap di Depan Bank di Pondok Indah, Bawa Uang Rp 194, 5 Juta

Menurut dia, bangsa Indonesia semestinya bersuka-cita di Ramadan tahun ini seusai menjalankan pesta demokrasi Pemilihan Umum 2019. Namun kata dia, yang terjadi justru sebaliknya.

Di hadapan pendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mayoritas perempuan, Titiek mengatakan emak-emak berduka atas kematian sejumlah orang dalam aksi 21-22 Mei lalu. Dia berujar mereka juga terluka atas tindakan represif aparat yang melukai para peserta aksi.

“Kami mengutuk keras tindakan represif, kami merasa resah manakala ada saudara, suami, dan anak kami yang masih hilang pascakejadian itu,” kata Titiek.

Sebagian orang, kata Titiek, diberitakan ditahan tapi tak diketahui bagaimana kondisi mereka sebenarnya. Dia pun berpendapat kondisi itu menunjukkan tak adanya penghormatan hukum dan hak asasi manusia.

Aksi 21-22 Mei digelar oleh pendukung Prabowo-Sandiaga yang menolak hasil pemilihan presiden 2019. Sebelumnya, penetapan rekapitulasi hasil pilpres oleh KPU menyatakan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandiaga.

Baca Juga :  Airlangga Kumpulkan Para Senior dan DPD Partai Golkar

Aksi yang digelar di kawasan gedung Bawaslu itu berujung ricuh di sejumlah titik di Jakarta Pusat. Hingga saat ini, ada delapan orang meninggal dalam kericuhan itu. Menurut laporan Majalah Tempo edisi Senin, 26 Mei, sejumlah korban meninggal diduga terkena peluru.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil pengujian terhadap proyektil selongsong peluru yang ditemukan ketika kerusuhan 22 Mei menunjukkan bahwa peluru berputar ke arah kanan atau searah jarum jam. Adapun senjata milik polisi selalu memuntahkan peluru ke arah kiri.  

www.tempo.co

Loading...