JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Anak Lama Tak Pulang, Kakek Sebatang Kara di Gondang Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri 

Tim Inafis Polres Sragen dan Polsek Gondang dibantu warga saat mengevakuasi jasad korban gantung diri, Minggu (26/5/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Inafis Polres Sragen dan Polsek Gondang dibantu warga saat mengevakuasi jasad korban gantung diri, Minggu (26/5/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Insiden gantung diri juga terjadi di wilayah Gondang, Sragen. Minggu (26/5/2019) pagi, warga Dukuh Plumbon RT 51, Gondang, juga digegerkan dengan temuan salah satu warga yang ditemukan gantung diri.

Korban diketahui bernama Paimin alias Mendele (75) warga Dukuh Plumbon, RT 51, Desa Gondang, Kecamatan Gondang.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi sekira pukul 06.00 WIB. Jasad duda satu anak itu kali pertama ditemukan oleh Suparman (68) tetangga korban warga Dukuh Plumbon RT 51.

Menurut keterangan saksi, pagi itu ia datang ke rumah korban. Saat memanggil-manggil, tidak ada jawaban dari korban.

Karena curiga, ia lantas berinisiatif masuk ke rumah untuk mencari tahu. Sesampai di dalam, ia kaget mendapati temannya itu sudah tak bernyawa dalam kondisi menggantung.

Baca Juga :  Dipatok Salah Satu Ular Berbisa nan Mematikan, Nenek 65 Tahun asal Sidoharjo Dilarikan ke RSUD Sragen. Petugas Ketar-ketir Kalau Bisa Sampai Menyebar

Korban menggantung dengan tali senar. Melihat hal itu, ia langsung berteriak minta tolong sehingga mengundang kedatangan warga.

Tak lama berselang, tim Polsek dan Tim Inafis Polres langsung tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi jasad korban.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengungkapkan dari hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Korban dinyatakan meninggal murni akibat gantung diri. Sementara berdasarkan keterangan dari saudara kandung dan tetangga bahwa korban sudah lama mengindap sakit perut.

Baca Juga :  Tak Hanya PSHT, Ketua Pagar Nusa Sragen Juga Tolak Perobohan dan Pembongkaran Semua Tugu Perguruan. Punya 100 Lebih Tugu, Mengaku Tak Bisa Bayangkan Dampaknya Jika Sampai Terjadi Perobohan!

Namun korban enggak diajak ke cek ke dokter dan hanya bertahan minum obat. Selain itu, korban selama ini juga tinggal sebatang kara karena anak semata wayangnya yang merantau, juga sudah lama tak pulang.

Hal itulah yang diduga memicu korban mengalami depresi apalagi menjelang lebaran.

“Korban mempunyai satu anak tetapi anaknya merantau sudah lama tidak pulang sehingga di rumah hanya sendirian. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim Puskesmas Gondang dan Inafis Polres Sragen memang tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban sehingga diduga kematian korban akibat gantung diri,” tandasnya. Wardoyo