JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Turun Dari Bus Sugeng Rahayu Yang Masih Jalan, Penumpang Perempuan Terjatuh dan Tewas Mengenaskan 

Kerabat korban menangis saat menjemput jenasah penumpang Bus Sugeng Rahayu yang tewas terjatuh saat turun dari bus, Minggu (19/5/2019) malam. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kerabat korban menangis saat menjemput jenasah penumpang Bus Sugeng Rahayu yang tewas terjatuh saat turun dari bus, Minggu (19/5/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang perempuan ditemukan tewas mengenaskan saat turun dadi Bus Sugeng Rahayu. Perempuan paruh baya itu tewas saat turun dalam kondisi bus yang masih berjalan.

Insiden tragis itu terjadi di tepi jalan Sragen-Ngawi tepatnya di depan Masjid Bazis Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Minggu (19/5/2019) malam.

Korban diketahui bernama Karsiti (53) asal Dukuh Gendingan Kidul RT 01, Kelurahan Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jatim.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban menumpang Bus Sugeng Rahayu dari arah Ngawi ke Sragen.

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Setiba di Pilangsari, korban berniat turun. Entah karena terburu-buru, korban turun dalam kondisi bus masih jalan.

Nahas, begitu turun, korban langsung jatuh tersungkur. Tubuh korban terjatuh dan menghantam keras dengan badan jalan sehingga korban langsung tidak sadarkan diri.

Melihat hal itu, warga yang ada di sekitar langsung berhamburan memberikan pertolongan. Meski sempat dilarikan ke RSUD Sragen, nyawa ibu malang itu tetap tak terselamatkan.

Baca Juga :  Sering Bikin Geger, Bupati Sragen Tegaskan Tak Ada Lagi Izin Pendirian Tugu Perguruan Silat. Tugu Yang Ada Bisa Dirobohkan Jika Ada Pelebaran!

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas, AKP Agus Jumadi mengatakan dari hasil pemeriksaan tim medis dan tim identifikasi Polres tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Selanjutnya jenasah di serahkan ke  keluarga korban atas nama Sunu Hermanto yang beralamat di Dukuh Widodaren Lor RT 01, Widodaren, Ngawi,” terangnya. Wardoyo