JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

9 Perampok Gudang Unilever Sragen Bersenjata Parang. Sempat Diancam, 2 Satpam Disekap Selama 2 Jam 

Tim Polres Sragen saat melakukan olah TKP terhadap Satpam korban penyekapan di gudang Unilever Masaran yang dibobol perampok, Senin (17/6/2019). Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Tim Polres Sragen saat melakukan olah TKP terhadap Satpam korban penyekapan di gudang Unilever Masaran yang dibobol perampok, Senin (17/6/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kawanan perampok yang beraksi membobol gudang milik CV Dian Pratama Unilever, Senin (17/6/2019) di Masaran diketahui bersenjata parang dan linggis. Selain memperdaya dua Satpam yang bertugas, para perampok juga sempat mengancam Satpam.

“Pelaku tak melukai Satpam. Tapi hanya melakban mulut dan mengikat kedua tangan mereka. Sambil kemudian mengancam dengan gertakan jangan bergerak,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Masaran, AKP Agus Taruna, di sela olah TKP Senin (17/6/2019).

Setelah menyekap dan mengikat para Satpam, sembilan perampok kemudian beraksi mengobok-obok isi gudang. Dari hasil pengecekan, pelaku membobol brankas berisi uang tunai Rp 280 juta yang ada di dalam gudang.

Kedua Satpam pabrik yang berlokasi di Jl. Raya Solo – Sragen KM 8, Dukuh Mojoasri RT 01/RW01, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen.

Pelaku beraksi dengan menyekap dua orang Satpam yang berjaga pada saat kejadian. Dua Satpam yang diperdaya itu masing-masing bernama Riyanto (34), Kampung Teguhan RT 05/RW 04, Plumbungan, Karangmalang, Sragen dan Parji (48) asal Jambanan RT 3, Jambanan, Sidoharjo.

Baca Juga :  Bertemu Apindo, Bupati Sragen Minta Perusahaan-Perusahaan Besar Ikuti Jejak PT Konimex Sukoharjo

Keduanya mengalami luka lecet pada pergelangan kedua tangan dan memar pada dahi akibat dilakban serta diikat dengan tali.

Keduanya sempat dipukuli oleh pelaku sebelum kemudian dibiarkan terkapar dalam ruangan selama dua jam. Data yang dihimpun di lapangan, aksi perampokan diketahui sekitar pukul 02.30 WIB.

Aksi perampokan terjadi saat situasi tengah malam. Aksi baru terbongkar ketika salah satu Satpam yang disekap bisa melepas lakban di mulutnya lalu berteriak minta tolong.

Teriakan didengar oleh Ketua RT, Sutrisman (45) warga Mojoasri RT 01/RW 01 Gebang, Masaran, Sragen sekitar pukul 04.30 WIB.

Menurut keterangan saksi, pagi itu ia kaget saat mendengar teriakan minta tolong dari arah gudang. Saat dicek, ia sudah mendapati dua orang Satpam gudang dalam kondisi terkapar dengan mulut dilakban dan tangan kaki terikat.

“Pelaku diperkirakan berjumlah sembilan orang. Semuanya diketahui tiba-tiba sudah ada di dalam gudang. Lalu menyekap dua orang Satpam dan mengikat tangan mereka. Lalu membobol brankas di gudang,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek AKP Agus Taruna, Senin (17/6/2019).

Baca Juga :  Sempat Mencekam, Begini Kesaksian Pemilik Rumah Korban Perusakan Puluhan Pendekar di Kedawung Sragen. Mengaku Sempat Trauma

Para pelaku merusak brankas dan menggondol uang tunai sebesar Rp 280 juta yang ada di dalam gudang. Selesai beraksi, pelaku merampas kunci dari tangan Satpam dan kabur lewat pintu depan. Wardoyo