loading...
Loading...

Ahmad dhani JAKARTA, Joglosemarnews.com – Lepas dari Lapas Medaeng Surabaya, terdakwa kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani kini menghuni Rutan Kelas 1 Cipinang.

Dhani dikembalikan ke Rutan Cipinang seusai divonis 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

“Ahmad Dhani menghuni Ruang Citarum yang luasnya 5×6 meter. Total ada 11 tahanan di ruanga itu,” kata Kepala Rutan Cipinang Oga Darmawan, Senin (24/6/2019).

Di Rutan Cipinang, Ahmad Dhani menjadi tahanan Mahkamah Agung atas kasus ujaran kebencian. Dia divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 31 Januari 2019.

Baca Juga :  Baiq Nuril Tak Bisa Menahan Tangisnya Saat Bacakan Surat untuk Jokowi

Status Ahmad Dhani adalah tahanan titipan Mahkamah Agung karena terdakwa masih mengajukan kasasi.

Adapun penahanan di Rutan Medaeng, Surabaya, akibat ucapan Dhani dinilai mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik saat hendak menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya pada 26 Agustus 2018.

Saat tiba di Rutan Cipinang, menurut Oga, terdakwa Ahmad Dhani tidak mau disatukan dengan tahanan yang perokok. Permohonan Dhani pun dikabulkan.

Baca Juga :  Gasak 52 Motor dalam 2 Bulan, 2 Pelaku Curanmor Ini Dibekuk Polisi

“Dia di ruang tahanan yang bebas dari perokok. Permintaan dikabulkan karena Dhani punya riwayat asma.”

Di ruang tahanan tanpa asap rokok tersebut Ahmad Dhani disatukan dengan pelaku kriminal umum. Sejauh ini, kata dia, tidak ada keluhan dari Ahmad Dhani selama menjalani penahanan di Cipinang.

Baca Juga :  Partai Golkar Tengah Siapkan Lima Nama Calon Menteri

“Ahmad Dhani satu ruangan dengan tahanan kasus pencurian dan penganiayaan.”

Oga menuturkan setiap hari pentolan grup band Dewa 19 itu mendapat kunjungan dari keluarga dan kerabatnya, termasuk istrinya dan seluruh anaknya serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Ahmad Dhani, kata dia, mempunyai permintaan kepada keluarganya agar setiap hari dibawakan kopi tubruk dan buah.

“Ahmad Dhani sangat suka sekali buah, jadi minta terus dibawakan,” katanya.

www.tempo.co

Iklan
Loading...