JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger Warga Gunem Ditemukan Tewas di Embung Tegaldowo. Warga Ungkap Sudah 2 Kali Renggut Nyawa 

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib naas menimpa seorang warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem bernama Janadi (40) warga RT 1 RW 2 yang tenggelam pada Minggu pagi (23/6/2019).

Kabar tersebut sontak membuat keluarga besar korban tak mampu membendung air mata. Karena bulan depan korban dikabarkan akan menikahkan putrinya.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang juga masih kerabat korban. Begitu korban terjatuh, saksi lantas meminta tolong kepada warga yang lain untuk memberikan pertolongan.

Tak membutuhkan waktu lama, setelah beberapa warga turun kedalam entuk korban akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Baca Juga :  Deklarasi Cinta Damai, Kapolda Jateng Sebut Masyarakat Daya Tangkal Rendah Akan Mudah Terprovokasi!

Berdasarkan informasi dari Kasi Kedaruratan BPBD Rembang Pramujo dari warga setempat, diduga korban terpeleset dan terjatuh kedalam embung saat memasang selang pompa air untuk mengairi sawah.

Saat itu kedalam air di embung kabarnya hanya sedada orang dewasa. Diperkirakan korban tidak bisa berenang yang membuat Janadi akhirnya meninggal dunia.

“Korban Janadi ini sebetulnya sedang mengairi sawah, memasang selang pompa air. Mungkin dia panik dan tidak bisa berenang mas,” kata Pramujo.

Baca Juga :  Sejumlah Kafe di Tegal Diobok-Obok, Kapolres Peringatkan Pengelola Karena Kepergok Tak Beri Tanda!

Berdasarkan catatan, embung Desa Tegaldowo sudah lebih dari dua kali terjadi kasus yang sama. Meski sudah dikelilingi pagar pembatas sebagai pengaman, terkadang masih saja ada warga yang nekat menerobos masuk ke dalam.

Pagar pembatas setinggi lebih dari satu meter itu dimaksudkan agar warga tidak menginjak bagian tepian embung yang licin berlumut karena secara keseluruhan dilapisi terpal.

Kapolsek Gunem Polres Rembang Kompol Jarot Subiyantoro membenarkan kabar tersebut. Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi. JSnews