loading...

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM   –  Kaeasan pedesaan yang masih memiliki pemandangan alam yang indah, udara sejuk, bisa saja diaulap menjadi  objek wisata menarik.

Salah satu objek wisata ya 20 persen karyawan yang berasal dari kalangan profesional.”

Objek wisata Taman Bunga Puri Mataram di Dusun Drono, Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Saat diresmikan, Puri Mataram hanya memiliki empat zona, yakni Taman Bunga, Becak Air, Taman Kelinci, dan Pasar Ndelik.

Memasuki tahun 2019 bertambah tiga zona lagi, yakni Kandang Domba Merino, Taman Kaktus, dan Zona Ikan Tangkap dan Terapi Ikan.

“Saat ini kami sedang mengembangkan zona Waterboom bernuansa tradisional di sisi barat dan perluasan lahan parkir,” ujar Agus.

Baca Juga :  Terungkap Hasil Rapid Test Ada 300 Siswa Calon Perwira di Setukpa Lemdikpol Ternyata Positif Corona Virus. Langsung Diisilolasi di Asrama!

Agus menuturkan, lahan Puri Mataram merupakan tanah kas desa yang awalnya untuk persawahan dan tegalan.

Tanpa menghilangkan unsur persawahannya, pihak desa memutuskan mengembangkannya menjadi wahana wisata alam dengan menggunakan dana desa.

Kini, hasil dari objek wisata itu cukup memuaskan. Agus mengatakan, dalam tempo aktu enam bulan sejak diluncurkan, pengelola Puri Mataram mencatat pendapatan bersih mencapai Rp 342 juta.

Tak ada pungutan jika ingin masuk ke objek wisata Puri Mataram yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari Malioboro, Yogyakarta, itu.

Baca Juga :  UPDATE Jumlah Positif Virus Corona DKI Jakarta Tertinggi, Jabar, Jatim, Yogya, Jateng...

Pengunjung baru membayar jika hendak masuk ke zona di dalamnya, yang masing-masing dipatok tarif Rp 10 ribu per orang.

Kawasan Puri Mataram juga memiliki lahan parkir luas dan bisa menampung ratusan sepeda motor, mobil, dan bus.

www.tempo.co