loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah ditemukannya 40 jasad berserakan di Sungai Nil, jumlah korban tewas dalam aksi massa memprotes pemerintahan militer Sudan menjadi 100 orang.

Hal itu diketahui dari laporan Komite Dokter Sudan tentang penemuan 40 jasad dari dalam sungai Nil.

Mengutip laporan Al Jazeera, 6 Juni 2019, organisasi milisi yang disebut Pasukan Dukungan Cepat diduga membuang jasad-jasad itu ke sungai Nil.

Komite Dokter Sudan menjelaskan di Facebook bahwa Pasukan Dukungan Cepat sebelumnya membawa jasad-jasad itu ke tempat yang tidak diketahui.

Baca Juga :  Cegah Persebaran Corona, Pria Ini Nyamar Jadi Hantu

Menurut laporan CNN, sejumlah saksi mengatakan kepada polisi bahwa kelompok milisi itu menembaki pendemo pada hari Senin lalu. Beberapa video menayangkan pasukan keamanan memukuli orang-orang dengan tongkat.

Ketua dewan militer yang berkuasa di Sudan, Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan memerintahkan penyelidikan atas orang-orang yang tewas dalam demonstrasi itu.

Demonstran menuntut Dewan Transisi Militer yang menjalankan pemerintahan setelah mengkudeta presiden Omar al-Bashir pada April lalu memberi jalan bagi pemerintahan sipil yang dipimpin lembaga pemerintahan interim.

Setelah kudeta, Dewan Transisi Militer dan kelompok oposisi sepakat membentuk pemerintahan transisi demokrasi. Namun, al-Burhan pada hari Selasa, mengatakan pemilu sebagai satu-satunya cara untuk membentuk pemerintahan Sudan.

Baca Juga :  Krisis APD, Para Perawat Ini Terpaksa Pakai Kantong Sampah untuk Lindungi dari Corona

www.tempo.co