JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Direktur Investasi “Semut Rangrang” CV MSB Sragen Akhirnya Muncul Beri Klarifikasi. Akui Hentikan Produksi Karena Merugi, Sebut Ada 6.000 Mitra 

Direktur CV MSB Sragen, Sugiyono. Foto/Wardoyo
Direktur CV MSB Sragen, Sugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah usaha investasi semut rangrangnya meledak dan menjadi sorotan, Direktur CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen, Sugiyono, akhirnya muncul ke publik, Senin (17/6/2019). Ia mengakui terpaksa menghentikan produksi paket baru atau bibit rangrang karena mengalami kerugian besar.

Hal itu terjadi akibat menurunnya kualitas hasil panen pengembalian dari petani mitra. Meski demikian, manajemen siap bertanggungjawab membayar panenan mitra yang masih berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan.

Hal itu disampaikan Sugiyono saat memberikan klarifikasi kepada awak media di Sragen, Senin (17/6/2019). Mantan Sekdes Taraman yang berdomisili di Dukuh Kroyo, Taraman, Sidoharjo itu hadir didampingi pengacaranya, Heru Setyanto.

Di hadapan wartawan, Sugiyono mengatakan terpaksa harus mengakhiri produksi karena belakangan panenan dari petani tidak bagus.

Hal itu membuat produksi yang bisa diolah jadi bibit rangrang semakin minim di bawah 40 persen. Akibatnya terjadi pembengkakan biaya produksi sehingga berbuntut kerugian.

Baca Juga :  Makin Ganas, 2 Warga Sragen Hari Ini Meninggal Dunia Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Kasus Positif Tambah 5 Jadi 787 Kasus, Total 85 Meninggal Dunia

“Hasil panen petani itu yang bagus kita olah jadi bibit baru. Yang tidak bagus, kecil kemungkinan bisa diolah. Karena untuk prosesnya membutuhkan biaya besar, kalau diteruskan maka akan semakin membengkak. Sehingga kami memutuskan untuk mengakhiri produksi paket bibit baru,” paparnya.

Selain kualitas panen petani menurun, penghentian juga dilakukan karena sudah terbentur batas kuota produksi.

Menurutnya sebelumnya batas kuota di kisaran 27-30 armada dan terakhir sudah dinaikkan jadi 38 armada.

Saat ini batas kuota itu sudah mencapai 38 armada sehingga tidak bisa lagi ditambah. Meski produksi dihentikan, namun ia mengklaim proses penarikan panen dan pembayaran masih tetap berjalan.

“Hari ini tadi armada tetap jalan mengambil panenan. Driver saya juga datang semua. Saya juga masih melakukan aktivitas seperti biasa,” terangnya.

Sugiyono menguraikan dari daftar yang tercatat, jumlah keseluruhan mitra yang ada hampir 6.000 orang. Mereka tersebar di wilayah Sragen, Soloraya, Jatim, Yogya dan beberapa wilayah lainnya.

Baca Juga :  Pilkada Lawan Kotak Kosong, Agustina Wiludjeng Sebut Sebenarnya Keuntungan Bagi Masyarakat. Bilang Tak Masuk Akal, Sebut Penyoblos Kotak Kosong Berarti Bikin Pesan Tak Butuh Pemimpin!

Menurutnya, sebelum menutup produksi bibit baru, pihaknya lebih dulu sudah memberi pemberitahuan kepada semua mitra lewat koordinator masing-masing area. Yakni perusahaan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran hasil panen yang sudah memasuki waktu panen.

Ia meminta para mitra tak resah dan tetap bersabar. Sebab perusahaan tetap berkomitmen menyelesaikan pembayaran bagi mitra yang belum panen sesuai jadwal sampai selesai.

“Penjadwalan ulang pembayaran sudah kami sampaikan kepada seluruh mitra melalui koordinator. Untuk penyelesaian ini pun kami butuh waktu karena kami harus mengatur, memperbaiki bahkan menciptakan cash flow baru dari bisnis yang kami kelola. Sehingga kami pastikan seluruh mitra tetap bisa sabar menerima. Saya selaku penanggungjawab CV MSB akan berusaha maksimal untuk menyelesaikan sesuai jadwal yang kami sampaikan,” pungkasnya. Wardoyo