JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Embun Es Terjadi di Gunung Gede Pangrango, Pendakian Ditutup Selama Agustus 2019

madu borneo
madu borneo
madu borneo

Pintu masuk jalur pendakian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dari kawasan Cibodas, Kabupaten Cianjur. Tribun Jabar/Ferri Amiril

CIANJUR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selain di dataran tinggi Dieng dan puncak Gunung Lawu fenomena alam berupa embun es juga terjadi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Embun yang terdapat di ketinggian lebih dari 2.700 meter di Gunung Gede berubah menjadi kristal es.

Humas Taman Nasional Gunung Gede, Ade Bagja, mengatakan pihaknya terus mengimbau agar pendaki berhati-hati dan memperhatikan cuaca ekstrem di ketinggian 2.700 meter.

“Jadi embun pada ketinggian tersebut berubah menjadi kristal es, di pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango kami sudah memberikan imbauan,” kata Ade, Sabtu (27/6/2019).

Baca Juga :  Puncak Hujan Januari-Februari 2021, BMKG Ingatkan La Nina Bisa Tingkatkan Intensitas Curah Hujan dari Kondisi Normal

Menurutnya sampai saat ini belum ada laporan pendaki yang terkena hypotermia atau kedinginan dari beberapa titik pantau masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

“Belum ada laporan hypo dari petugas kami di lapangan,” ujar Ade.

Ia mengatakan untuk memasuki puncak musim kemarau di bulan Agustus, pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan menutup akses pendakian ke puncak.

Baca Juga :  Mantan Sekretaris MA, Nurhadi Keberatan Didakwa Terima Suap Rp 83 M

Menurutnya hal tersebut dilakukan selain untuk mengantisipasi puncak musim kemarau dan cuaca ekstrem.

“Yang jelas kami akan menutup akses pendakian pada puncak musim kemarau bulan Agustus nanti,” kata Ade Bagja.

Ia mengatakan, penutupan pada puncak musim kemarau tersebut akan dilakukan selama satu bulan penuh.

Penutupan juga dilakukan untuk pemeliharaan dan pelestarian ekosistem yang biasanya tumbuh dan berkembang biak pada bulan Agustus.

www.tribunnews.com