JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Info Terbaru PPDB Sragen, Kuota Jalur Prestasi SMAN Luar Zona Dinaikan Jadi 15 %. Kuota Jalur Prestasi Dalam Zona Dipatok 20 % 

Beti Marga Sulistyawati. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Beti Marga Sulistyawati. Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM Para calon siswa dengan nilai tinggi di luar zona masih berpeluang untuk bisa masuk SMAN favorit. Pasalnya, kuota untuk jalur prestasi luar zona ditambah menjadi 15 persen dari sebelumnya hanya 5 persen.

Hal itu disampaikan Kepala SMAN 1 Sragen, Beti Marga Sulistyawati, Minggu (30/6/2019). Ia mengatakan berdasarkan ketentuan terbaru, untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN kuota dibagi dalam dua kategori.

Untuk dalam zona 80 persen dan luar zona 20 persen. Untuk dalam zona, kuota 80 persen dibagi menjadi dua.

Baca Juga :  Orang-Orang Kepercayaan Mantan Kades Trobayan Buka-bukaan di Persidangan. Ungkap Akal Bulus Kades dan Suaminya Bentuk Tim Siluman, Disuruh Gerilya Gorok Peserta Seleksi Perdes Antara Rp 100 Juta Hingga Rp 300 Juta

“20 % untuk jalur prestasi dalam zona dan 60 % untuk zonasi jarak,” paparnya.

Sementara untuk kuota luar zona disediakan 20 persen. Dari kuota itu, 15 persen disediakan untuk jalur prestasi dan 5 persen untuk jalur perpindahan tugas orangtua.

Jika kuota 5 persen perpindahan tugas tidak terisi, maka akan diakumulasikan pada kuota jalur prestasi luar zona.

SMAN 1 Sragen sendiri tahun akademik ini menyediakan 396 kursi.

Sementara salah satu panitia PPDB SMAN 1 Sragen, Endang Sri Darmiyati menyampaikan untuk tanggal 24-28 Juni siswa baru melakukan registrasi berkas dan pengambilan token. Sedangkan pendaftaran untuk memilih sekolah yang didaftari, baru akan dibuka 1-5 Juli 2019.

Baca Juga :  Jenazah Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan Ditemukan Terjepit Jok dan Bodi Mobil Yang Ringsek

“Daftarnya bisa di rumah secara online itu, bisa juga ke sekolah. Kalau kesulitan, datang saja ke sekolah. Nanti ngisi pilihan sekolahnya masih tanggal 1-5 Juli. Calon siswa juga bisa ganti pilihan. Misal melihat nggak masuk di pilihan awalnya, nanti tinggal merubah ke operator. Bisa juga merubah dari rumah lewat token. Kalau kesulitan bisa datang ke sekolah,” tandasnya. Wardoyo