JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gerindra Akui Ada Tawaran dari Kubu Jokowi-Ma’ruf

tribunnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Partai Gerindra menerima beberapa tawaran poaisi politik dari kubu  Jokowi-Ma’ruf. Namun, keputusan terakhir ada di tangan Ketua Umum, Prabowo Subianto.

Hal itu dikatakan oleh  Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade.

Andre mengaku mendengar hal itu dari sejumlah petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN)  Jokowi-Ma’ruf.

“Kami memang mendengar dari berbagai tokoh di kubu TKN bahwa Gerindra akan ditawari posisi di kubu Pak Jokowi,” kata Andre, Selasa (4/6/2019).

Menurut Andre, tawaran itu mencakup posisi di kabinet dan koalisi di parlemen, mencakup kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat maupun komisi-komisi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat.

Politikus Partai Gerindra ini mengaku tak tahu apakah sudah ada tawaran formal kepada Prabowo. Namun dia menduga Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah mendengar perihal tawaran itu.

Baca Juga :  Risma Mementang Jika Anak Dilibatkan dalam Demo Anarkistis

“Tentu Pak Prabowo sudah mendapat informasi yang sama. Seluruh petinggi BPN dan seluruh petinggi Gerindra pasti sudah mendapat informasi yang sama,” kata dia.

Hal ini disampaikan Andre sekaligus menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyebut ada kemungkinan Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini mengatakan, jika Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi maka yang harus diperhatikan adalah fungsi pengawasan atau check and balances.

Menurut Andre, Prabowo akan mendengarkan aspirasi dari kader, pendukung, serta simpatisannya soal diterima atau tidaknya tawaran-tawaran tersebut. Keputusan akhirnya akan tetap berada di tangan orang nomor satu di Partai Gerindra itu.

Baca Juga :  Seorang ASN Pemkot Yogyakarta Positif Covid-19, 12 Orang Langsung Jalani Swab

Andre sendiri beranggapan, jika Prabowo tak menjadi presiden maka Gerindra lebih baik tetap berada di luar pemerintahan alias menjadi oposisi.

Dia menilai menjadi oposisi lebih terhormat, bisa memberikan sumbangsih untuk masyarakat dengan menjalankan fungsi check and balances terhadap pemerintah.

“Ini pendapat pribadi saya, tapi saya rasa pendapat pribadi ini merepresentasikan mayoritas pendukung Pak Prabowo dan Gerindra,” kata Andre.

Meski begitu, Andre menegaskan seluruh kader akan mengikuti apa yang diputuskan Prabowo nantinya. Namun dia belum memastikan kapan Prabowo akan mengambil keputusan terhadap adanya tawaran-tawaran itu.

“Tapi seluruh keputusan ada di tangan Pak Prabowo. Kami seluruh pendukung dan kader taat dan patuh apa pun keputusan Pak Prabowo. Kami siap mengamankan apa yang diputuskan,” ujarnya.

www.tempo.co