JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Halal Bihalal, Bupati Sragen Pesan Loyalitas PNS. Sejumlah PNS Gagal Halal Bihalal Karena Pintu Gerbang GOR Digembok



Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Sejumlah PNS berjaga di pintu gerbang GOR yang digembok saat menjelang dimulainya halal bihalal sehingga banyak PNS yang gagal ikut karena tak bisa masuk. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati unjuk beberapa keberhasilan dan program selama tiga tahun memimpin di hadapan ribuan PNS dan jajaran BUMD. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri halal bihalal dengan PNS dan BUMD di Gelanggang Olahraga Diponegoro Sragen, Kamis (13/6/2019).

Saat memberikan sambutan, Yuni kemudian menyebut terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir atas kinerjanya sehingga Kabupaten Sragen mendapatkan WTP empat kali berturut-turut.

Yuni menyampaikan, di tiga tahun masa kepemimpinannya pembangunan terus dilaksanakan secara bertahap diberbagai bidang.

Di sektor ekonomi, telah dibangun pasar rakyat dan telah merevitalisasi beberapa pasar. Kemudian bidang kesehatan pembangun RSUD baru di Kecamatan Tangen yang akan dimulai 2019 dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Sragen.

Halal bihalal PNS di GOR Diponegoro

“Di bidang pendidikan alhamdulillah berhasil memberikan pemenuhan SDM dan kesejahteraan kepada guru,” katanya.

Baca Juga :  Sragen Kembali Masuk Level 4, Sudah 764 Warga Meninggal Dunia. Bupati Sebut Masih Banyak Warga Tak Jujur dan Takut Dibawa ke Rumah Sakit!

Dalam kesempatan itu pula, Yuni mengutarakan harapan akan kinerja dan loyalitas seluruh tamu untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sragen.

“Dua tahun ke depan kita membangun Kota Sragen dengan menggunakan master plan untuk 20 tahun ke depan,” lanjut dia.

Dengan itu diharapkan setiap pergantian Bupati tidak mengganti-ganti program dan tinggal meneruskan master plan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Sragen Suwardi mengatakan halal bihalal sengaja dipusatkan menjadi satu tempat agar lebih efisien waktu, tempat dan biaya.

“Sudah kami jadikan satu tempat, tidak perlu menyelenggarakan sendiri-sendiri di setiap kecamatan, kita semua bisa bersilaturrahmi disini,” ujar Suwardi.

Dengan acara seperti ini, lanjut dia diharapkan mempererat tali silaturahmi sehingga dapat mencapai Kabupaten Sragen yang guyub rukun.

Dalam komen halal bihalal itu, pintu GOR sempat dikunci ketika mendekati waktu dimulai. Sehingga banyak PNS yang akhirnya tertahan dan gagal ikut halal bihalal.

Baca Juga :  Kronologi Penyerangan dan Aksi Balas Puluhan Pendekar Pagar Nusa VS PSHT Berujung Perusakan 2 Rumah Warga di Sragen

Mereka terpaksa harus menunggu di luar pintu. Sebagian lagi terpaksa balik kanan karena pintu juga tak kunjung dibukakan. Wardoyo