loading...
Kuri Ilmiyati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak empat calon jemaah haji (calhaj) di Sragen dilaporkan meninggal dunia setelah pelunasan biaya haji. Meski demikian, kursi mereka digantikan oleh ahli waris dan siap berangkat pada musim haji 2019 ini.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Sragen, Kuri Ilmiyati mengungkapkan sebenarnya empat calhaj itu sudah melakukan pelunasan biaya dan siap berangkat. Akan tetapi mereka terlebih dahulu meninggal sebelum jadwal pemberangkatan.

“Tapi kursi mereka sudah digantikan oleh ahli waris dan siap berangkat. Ketentuannya yang meninggal memang boleh digantikan ahli waris,” paparnya ditemui di ruang kerjanya.

Kuri menguraikan untuk musim haji ini, Sragen akan memberangkatkan 1.108 calhaj. Mereka akan berangkat melalui empat kloter yakni kloter 5,6,7 dan 8.

Baca Juga :  Darurat Wabah Corona, Kades dan Perangkat Desa Jetak Sragen Sampai Keliling Imbau Warga Lakukan Social Distancing. 42 RT Dibantu Anggaran Untuk Semprot Desinfektan Serentak

Kuota itu jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya yang memberangkatkan 889 calhaj.

Untuk jadwal masuk embarkasi, direncanakan dalam dua hari, yakni tanggal 7 dan 8 Juli nanti. Sedangkan penerbangan masing-masing esok harinya.

“Jadwal masuk embarkasi yang pertama tanggal 7 Juli, nanti nginap semalam baru besoknya terbang. Yang kloter berikutnya, masuk embarkasi 8 Juli dan besoknya lagi terbang,” terangnya.

Sejauh ini, semua tahapan dan proses sudah hampir finish. Yang sedang dilakukan tinggal proses manasik gaji kelompok yang saat ini digelar per kecamatan sejak Senin (17/6/2019).

Manasik kabupaten, pemberian vaksin meningitis, pembekalan hingga penyerahan koper properti calhaj sudah selesai semua.

“Koper sudah selesai dibagi, tinggal menandai. Nanti ada koordinatornya,” tukasnya.

Baca Juga :  Saat Ribuan Orang Hancurkan Tugu IKSPI di Sine Sragen dan Lempari Rumah, Eko Langsung Minta Keluarga Bawa Cucu Balitanya Mengungsi. Sempat Mengiba Agar Rumahnya Tak Dirusak!

Ditambahkan, berdasarkan pengalaman biasanya kendala yang dihadapi di tanah suci adalah suhu udara dan cuaca yang sangat ekstrim panas. Karenanya calhaj diimbau memperbanyak minum air putih dan menjaga stamina tubuh dengan tertib makan.

“Jangan sampai nggak doyan makan. Karena biasanya cuacanya di sana panas dan butuh stamina yang prima. Lalu perbanyak minum,” tandasnya. Wardoyo