loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com –  Menghadapi sidang sengketa Pilpres 2029 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019), kondisi keamanan di Indonesia relatif masih aman.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berharap kondisi tersebut dapat bertahan sampai dengan pelaksanaan  sidang.

“Situasi keamanan sekarang baik. Diharapkan sampai menjelang tanggal 14  Juni juga baik,” kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga :  Puji Jokowi Soal Demokrasi, Amin Ajak untuk Setia di Oposisi

Ryamizard mengaku belum mendapat laporan intelijen terkait mobilisasi massa dari daerah ke Jakarta jelang sidang di MK ini. Ia memastikan kepolisian dan TNI bakal menjaga keamanan sehingga sidang berjalan lancar.

Ryamizard mewanti-wanti kepada pihak-pihak yang berniat membuat kerusuhan selama sidang MK berlangsung. Menurut dia, polisi dan TNI akan bersikap tegas terhadap perusuh.

Baca Juga :  Ini Jawaban Bawaslu Atas Kasasi Prabowo-Sandi ke MA

“Ya kami secara profesional lah. Mulai sekarang kami ingatkan, nanti saya ingatkan, polisi yang mengingatkan, nanti kalau begini, hukum begini. Sudah diingatkan, kalau terjadi hukum itu, ya jangan marah, gitu,” ujarnya.

Menurut dia, pihak-pihak yang ingin membuat kerusuhan pasti dari kalangan yang anti-Pancasila. “Yang radikal-radikal itu.”

MK akan menggelar sidang perdana sengketa pilpres pada 14 Juni 2019. Dalam sidang tersebut MK akan memutus apakah persidangan dapat dilanjutkan atau tidak.

Baca Juga :  Lantaran Edit Foto Agar Terlihat Lebih Cantik, Caleg DPD RI Ini Digugat Rivalnya dan Dituding Curang

Jika lanjut, tahapan sidang berikutnya merupakan pemeriksaan pembuktian yang berlangsung 17 sampai 24 Juni 2019. Adapun pada 25 hingga 27 Juni, hakim konstitusi akan menggelar rapat musyawarah. Sehingga pada 28 Juni MK akan membacakan putusan sengketa hasil pilpres.

www.tempo.co

Iklan
Loading...