JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Karma Pesta Miras, Satu Remaja Tewas Mengenaskan Usai Jatuh ke Saluran Irigasi. Orangtuanya Tegar Lihat Jasad Anaknya 

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Putra Perdana (15), warga Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo ditemukan tewas setelah diketahui tenggelam di Bendung Klambu, tadi sore. Sebelumnya, korban bersama temannya sempat meminum dua botol minuman keras jenis anggur merah sambil duduk di area bendung tersebut.

Peristiwa ini bermula saat korban bersama Ahmad Ibnu Abas (16) temannya duduk di area Bendung Klambu di hari yang sama sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka bercanda sambil menenggak minuman keras tersebut. Hingga pukul 17.00 WIB, keduanya sudah menghabiskan dua botol anggur merah.

Korban berpamitan turun ke aliran irigasi Bendung Klambu untuk mencuci tangan dan muka.

Sepuluh menit kemudian, Ahmad melihat korban mengangkat kedua tangannya. Sementara bagian tubuh lainnya sudah tenggelam ke dalam air. Mengetahui rekannya dalam keadaan bahaya, Ahmad langsung turun ke sungai irigasi dan berupaya menyelamatkan korban.

Baca Juga :  Cegah Pungli di Sekolah, Pengawasan Sistem Pendidikan Jadi Prioritas

Saat di dalam bendung, Ahmad sempat memegang tangan korban dan berusaha untuk membawanya kembali ke atas. Namun, usaha tersebut sia-sia lantaran arus air yang sangat deras dan berkedalaman sekitar 2,5 meter.

Gagal menolong sahabatnya tersebut, Ahmad berteriak minta tolong kepada warga setempat.

Teriakan tersebut membuat Bayu (16), Ahmad (16), Nurul (17) dan Muh Adik (16) warga setempat yang kebetulan berada di bendung tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Bayu dan Ahmad sempat mencari keberadaan korban, namun tidak diketemukan. Keduanya berinisiatif melaporkan insiden tersebut ke Polsek Klambu.

Mendapatkan informasi dari masyarakat, jajaran anggota Polsek Klambu bersama tim medis dari Puskesmas Klambu langsung mendatangi lokasi kejadian. Para petugas langsung berpencar mencari keberadaan korban.

Baca Juga :  Terapkan Pendidikan Inovatif, Santri di Pesantren Al Mawaddah di Kudus Digembleng Ilmu Wirausaha Hingga Larang Santri Terima Uang Saku dari Orang Tua

Sekitar pukul 17.45 WIB, korban ditemukan sekitar 200 meter dari tempat kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Klambu untuk pemeriksaan medis.

Dalam laporan polisi nomor LP/B/04/VI/2019/Jateng/Res-Grob/Sek Klb tertanggal 8 Juni 2019, Kapolsek Klambu Iptu Supardi membenarkan kejadian tersebut. Jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Klambu untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis dan tim inafis dari Polres Grobogan.

Pihak keluarga korban menyatakan ikhlas dengan kepergian korban. Ayah korban terlihat tegar melihat anak kesayangannya tersebut sudah terbujur kaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agus membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Agus mengungkapkan kejadian ini diperkirakan korban terpeleset dan tidak bisa berenang sehingga tenggelam dan akhirnya tewas. Wardoyo