JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Kisah Tragis Pengantin Baru. Usai Dari Pelaminan, Mempelai Perempuan Dihajar Suaminya Gara-gara Ini

Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Jadi pengantin baru, seorang perempuan berusia 20 tahun asal Pakistan ini malah dipukuli oleh suaminya sendiri.

Alasannya cukup unik, yaitu karena ukuran lubang vagina istrinya terlalu pendek, yakni hanya 2 sentimeter.

Kondisi ini telah membuat pasangan pengantin baru tersebut kesulitan saat melakukan hubungan seksual.

Dikutip dari mirror.co.uk, Sabtu, 22 Juni 2019, perempuan yang tak dipublikasi identitasnya itu baru mengetahui kondisinya saat mencoba melakukan hubungan seksual dengan suaminya setelah mereka menikah melalui perjodohan.

Perempuan itu mengalami sakit yang tak tertahankan ketika dilakukan penetrasi. Usaha penetrasi itu pun berulang kali gagal. Yang kemudian terjadi, perempuan itu dipukuli oleh suaminya yang kesal dan mengalami kekerasan verbal.

Baca Juga :  Sepasang Lansia Tewas Bersama Saat Lockdown, Baru Ketahuan Beberapa Bulan Kemudian

Menurut BMJ Case Reports, perempuan tersebut tak pernah mengalami menstruasi dan dalam tiga tahun terakhir mengalami nyeri di perut bagian bawah sebelum pernikahan dilakukan. Ibu si perempuan itu menduga ini hanya masalah telat datang bulan yang bersifat sementara.

Saat perempuan itu tak bisa melakukan hubungan seksual dengan suaminya, dia pergi ke dokter untuk melakukan perawatan.

Dokter akhirnya menemukan kedalaman lubang vaginanya hanya 2 cm. Temuan ini mengejutkan perempuan tersebut karena dari luar vaginanya tampak seperti organ vital perempuan pada umumnya.

Untuk mengatasi masalah ini, perempuan itu melakukan operasi karena kondisi perempuan itu secara medis mengalami septum vagina melintang yang berarti bagian dalam bawah dan atas vaginanya terbagi dua, tidak menyatu.

Baca Juga :  PBB Umumkan Amerika Serikat Akan Tinggalkan WHO Tahun Depan

Operasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini dimana dokter ahli bedah memotong selembar jaringan tisu dari vaginanya dan menempatkan sebuah cetakan yang ditutupi dengan kondom di dalam lubang vagina itu. Proses ini membuat si perempuan itu harus berbaring selama hampir seminggu.

Cetakan yang dilapisi kondom itu lalu diganti dengan silikon sepanjang 8 cm dan akan dibiarkan berada di dalam vagina tersebut selama tiga pekan.

Seluruh rangkaian operasi ini berjalan sukses dan beberapa bulan kemudian, perempuan tersebut pada akhirnya bisa melakukan hubungan seksual.

www.tempo.co