loading...
Loading...
Ratusan orangtua siswa SD yang hendak mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Tawangmangu, rela bertahan dan menginap di depan SMP itu demi dapat antrian terdepan, Rabu (12/6/2019) malam. Foto/ICK

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM- Mencermati situasi di lapangan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah SMP di Karanganyar, Bupati Karanganyar menunda pendaftaraan yang sedianya mulai tanggal 13 Juni menjadi 1 Juli 2019. Sistem yang akan dipergunakan untuk penerimaan siswa di SMP pendekatan zonasi dan prestasi. Artinya siswa yang dekat sekaligus yang mempunyai nilai bagus.

“Sistemnya menggunakan online yang dibiayai Pemkab Karanganyar. Akan tetapi tetap menggunakan pendekatan Zonasi dan prestasi,” papar Juliyatmono saat memberikan pengarahan bulan dana PMI di Rumah Dinas Bupati  di hadapan para kepala sekolah.

Baca Juga :  Kelompok Ibu-ibu Dilatih Buat Kripik Daun Jambu dan Manisan Jambu Biji Kristal di Desa Pemberdayaan Solopeduli

Dia mengatakan sistem yang dipergunakan yakni dengan cara ‘dhisik-dhisikan’ itu tidak benar. Apalagi harus menginap di depan sekolah menggunakan peralatan seperti bantal, termos dan lain sebagainya.

Hal dikatakan setelah melihat pendaftaran di SMP 1 Tawangmangu Rabu malam yang sampai mendirikan terpal untuk mendaftar sekolah.

Baca Juga :  8 Personel Polres Karanganyar dan 2 PNS Diarak Keliling Kota. Ada Apa? 

“Dengan online semua bisa daftar dari rumah dan tidak perlu uyel-uyel di sekolahan,” imbuhnya.

Pihkanya meminta masyarakat tidak perlu kawatir tidak mendapatkan sekolah. Tugasnya pemerintah memberikan pelayanan pendidikan dan semua siswa didik akan tertampung.

Misalnya kuota 250, ada kelebihan 50 nanti tetap akan ditampung. Jika perlu dibuatkan ruang kelas agar semua tertampung.

Baca Juga :  Kinerja Pemkab Karanganyar Disorot Tak Profesional. FPKS Soroti Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Rp 101 Miliar Masih Nihil dan Rp 221 Miliar Anggaran Tak Terserap 

Maksud dari pemerintah pusat tentang zonasi adalah ada sekolah favorit atau sekolah unggulan. Semua disamakan dan yang pandai di dekatkan dengan sekolah tersebut agar merata orang yang pandai tersebut.

Namun orangnya tuanya terlihat ragu-ragu dengan sistem tersebut sehingga muncul daftar dengan cara ‘dhisik-dhisikan’. Wardoyo

 

Iklan
Loading...