loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Dalam sidang perdana sengketa Pilpres di Mahkamah konstitusi (MK),  Ketua tim kuasa hukum Prabowo  – Sandiaga,  Bambang Widjojanto tetap membacakan berkas perbaikan permohonan sengketa gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pemilihan presiden 2019.

Proses pembacaan itu tak berhenti  kendati sempat diinterupsi oleh tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Baca Juga :  Nunung Terjerat Kasus Narkoba, Anak Bungsunya Alami Perundungan

Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, setidaknya dua kali mempersilakan Bambang melanjutkan permohonan dan tak mengabulkan interupsi.

“Sebentar, sebentar, tidak ada interupsi dulu. Silakan Pak,” kata Anwar Usman di ruang sidang.

Bambang membacakan berkas gugatan versi perbaikan yang diajukan pada Senin lalu, 10 Juni 2019. Adapun berkas pertama didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi pada Jumat, 24 Mei 2019.

Baca Juga :  Dalam 3 Bulan Terakhir, Pelawak Nunung Srimulat Beli Sabu Sebanyak 10 Kali, Harganya Satu Gram Rp 1,3 Juta

Perihal perbaikan gugatan itu  memang menjadi polemik di antara dua kubu. Tim kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf mengatakan, peraturan Mahkamah Konstitusi tak mengatur soal perbaikan gugatan permohonan PHPU pemilihan presiden.

Tim Jokowi juga akan meminta Mahkamah menolak berkas perbaikan ini.

Saat membuka sidang, Ketua MK Anwar Usman mengatakan telah membaca dan meneliti pokok permohonan yang diajukan. Anwar tak menyinggung berkas versi perbaikan, tetapi versi awal.

Baca Juga :  Tersandung Kasus Sabu, Nunung Srimulat Ditangkap Polisi. Begini Kondisinya Terkini

“Kita langsung ke pemohon silakan untuk menyampaikan pokok-pokok permohonan, kami sudah baca dan kami sudah teliti. Permohonan yang disampaikan bertitik tolak dari permohonan tanggal 24 Mei. Silakan pokok-pokoknya saja,” kata Anwar.

www.tempo.co

Iklan
Loading...