loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ribuan warga memadati Alun-alun Karanganyar untuk mengikuti salat Idul Fitri 2019, Rabu (5/6/2019). Salat Ied dihadiri langsung Bupati Karanganyar yang didampingi Wakil Bupati, Forkompimda dan beberapa Kepala Perangkat Daerah.

Ribuan jemaah itu datang dari sekitar wilayah Kota Karanganyar memadati Alun-alun Karanganyar untuk ikut melaksanakan sholat Ied bersama Bupati.

Bupati Juliyatmono juga bertindak sebagai khatib dalam salat Ied tersebut.

Dalam khotbah yang disampaikannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyatakan bahwa umat muslim sudah melewati satu bulan peperangan yaitu satu bulan berpuasa melawan nafsu masing-masing dan berhasil menang dengan membiasakan diri menjadi orang baik.

“Hari ini adalah hari kemenangan. Sungguh beruntung orang-orang yang telah berhasil  mensucikan dirinya dengan puasa selama Ramadhan, dengan beragam aktivitas yang luar biasa,” papar Yuli.

Selanjutnya Juliyatmono menyampaikan bahwa setiap tahun kita merayakan Idul Fitri. Banyak orang menyebut “kembali ke fitroh, kembali kepada kesucian hati. “Fitroh“ adalah potensi-potensi tertentu yang ada pada diri manusia yang dibawanya sejak lahir, yang adad pada diri manusia sejak diciptakan yang berkaitan dengan aspek jasmani dan rohani serta kemampuannya pada kedua aspek tersebut.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Pabrik CV Sastro Briko di Jaten Karanganyar. Tiga Mobil Damkar Dikerahkan, Kerugian Ratusan Juta

Manusia secara fitroh dianugerahi akal pikiran. Akal pikiran merupakan potensi sentral manusia untuk mampu membedakan yang baik dan yang batil. Akal merupakan aspek yang penting untuk menimbang dan membedakan perkara-perkara yang baik dan yang buruk.

Manusia juga dilengkapi dengan perasaan dan keimanan atau kehendak. Manusia dengan kehendaknya bebas memilih perbuatannya.

Kebebasan yang dimaksud bukanlah kebebasan tanpa batas atau kebebasan absolut. Manusia memiliki kemampuan dan kemauan yang bebas dalam menentukan pilihannya.

Namun dengan pilihannya manusia wajib mempertanggungjawabkannya kelak di akhirat. Manusia juga dibebani amanah yaitu tanggung jawab memiliki dan memelihara nilai-nilai keutamaan. Manusia diberi tugas untuk memakmurkan bumi dan segala isinya. Kemakmuran bumi artinya adalah bagaimana manusia mensejahterakan kehidupan di dunia ini.

Baca Juga :  Tangani Wabah Corona, Pemkab Karanganyar Sudah Gelontorkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

Oleh karena itu manusia wajib bekerja, beramal soleh, berbuat baik yang bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan lingkungan hidup. Namun orang-orang yang paling mulia adalah orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan.

“Taqwa yang dimaksudkan adalah suka mohon ampunan dari Tuhan, suka bersedekah dan menahan marah serta memaafkan kesalahan orang lain.  Sedekah fungsinya untuk menghapuskan kesalahan,” pungkasnya.  Wardoyo