loading...
Loading...
Penampakan tersangka Satpam SMAN 1 Sukodono yang terlibat kasus perkosaan murid hingga hamil. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- SMAN 1 Sukodono Sragen diguncang skandal tak sedap. Seorang Satpam atau petugas keamanan di SMAN itu berinisial SUR alias Tio (42) dilaporkan ke polisi lantaran diduga memperkosa salah satu murid atau yuniornya yang masih di bawah umur.

Ironisnya, akibat perbuatan bejat sang Satpam asal Dukuh Banaran RT 22, Gebang, Sukodono itu, korban yang diketahui berinisial SV (17) itu kini hamil dan harus menanggung aib.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Perusahaan Pengergajian di Kalijambe Sragen. Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah 

Perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah korban melaporkan ke Polres Sragen bersama kerabat dan orangtuanya beberapa hari lalu. Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, aksi pencabulan paksa itu diduga terjadi di lingkungan sekolah beberapa bulan silam.

Kabar yang beredar, sang Satpam juga dikenal sebagai guru silat sedangkan korban adalah salah satu muridnya.

Mungkin karena tergiur kemolekan tubuh korban saat latihan, pelaku jadi gelap mata.

Baca Juga :  Kejari Sragen Limpahkan Berkas Kasus Kasda Mantan Bupati Agus ke Tipidkor Semarang

Meski sudah punya anak istri, pelaku akhirnya silap dan kemudian memaksa SV memenuhi nafsu bejatnya. Korban yang berposisi sebagai murid pun tak kuasa berontak.

Hingga akhirnya buah kelakuan SUR membuat SV berbadan dua. Sayangnya, bersamaan dengan laporan itu, pelaku langsung kabur melarikan diri dari rumahnya.

“Iya benar. Saat ini kasusnya sedang ditangani penyidik PPA,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Harno, Jumat (21/6/2019) kepada Joglosemarnews.com.

Baca Juga :  Akhirnya Oknum Mafia Penunggak Setoran Parkir Rp 350 Juta di Sragen Terlacak. Dipanggil Dinas, Langsung Sanggupi Bayar Tiap Hari 

Menurutnya korban sudah diperiksa oleh tim unit PPA Reskrim. Pelaku bakal dijerat dengan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76 D UU RI No 35/2014 tentang Perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Wardoyo

 

Iklan
Loading...