JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sofyan Anif: Semangat Idul Fitri Mampu Atasi Melemahnya Komitmen dan Karakter Bangsa

Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi saat memyampaikan khutban Sholat Idul Fitri di Stadion Sriwedari, Rabu (5/5/2019). Foto : JSNews

 

Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi saat memyampaikan khutban Sholat Idul Fitri di Stadion Sriwedari, Rabu (5/5/2019). Foto : JSNews

SOLO (JOGLOSEMARNEWS.COM )-Momentum Hari Raya Idul Fitri sangat baik untuk meningkatkan komitmen masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Ramadhon dalam rangka untuk membangun karakter bangsa melalui penguatan nilai karakter spritual dan sosial.

Mengingat, saat ini bangsa Indonesia terus mengalami pelemahan karakter. Polarisasi, polemik, dan konflik yang melibatkan suku, agama, dan budaya serta kepentingan politk disebabkan oleh rendahnya komitmen dan karakter bangsa.

Demikian disampaikan Dr Sofyan Anif MSi, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam khutbah Idul fitri 1440 H di Stadion Sriwedari, Rabu (5/5/2019). Dalam khutbahnya, Sofyan Anif menyoroti soalnya rendahnya komitmen dan karakter bangsa.

“Masih banyak masyarakat  kita memiliki komitmen karakter spiritual dan sosial yang rendah. Termasuk masyarakat muslim yang belum menjalankan syariat secara baik dan benar. Lalu bentrok dan perselisihan kelompok agama masih terjadi di mana-mana. Rendahnya karakter bangsa ini juga ditunjukkan kedisplinan yang sudah jarang ditemukan. Kejujuran mahal harganya, pembunuhan, pelacuran, penggunaan obat terlarang makin meningkat fekwensinya,”kata Sofyan Anif dalam khutbahnya.

Baca Juga :  Belum Terkendali, Tambah 26 Kasus dalam Sehari, Total Positif Covid-19 di Kota Solo Tembus 1.007

Kemudian aturan perundang-undangan tidak lagi dapat ditegakkan dengan konsekuen, sekalipun oleh penegak hukum sendiri. Perekonomian Indonesia belum menunjukkan keseimbangan yang riil karena masih dikuasai segilintir orang. Tingkat korupsi juga masih sangat tinggi di semua lini.

Itu semua, menurut Sofyan Anif, harus diatasi bersama. “Terlepas dari apapun penyebabnya maka momentum  Hari Raya Idul Fitri sangat baik untuk kita renungkan dan tingkatkan komitmen bersama dalam memimplementasikan nilai-nilai Ramadhan melalui penguatan karakter spiritual dan komitmen sosial,” paparnya di hadapan ribuan jamaah.

Apalagi, Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai mimpi besar. Dimana pada tahun 2045 ketika bangsa Indonesia memperingtai ulang tahun yang ke-100, bangsa Indonesia diharapkan menjadi salah satu 8 negara terkuat di dunia. Tentu saja untuk mencapai itu, dibutuhkan SDM yang handal, mumpuni, jujur, dan disiplin.

Baca Juga :  Ada Pegawainya yang Positif Covid-19, Kantor BKPPD Solo Kembali Dilockdown

“Harapannya, Romadhon akan membentuk manusia-manusia yang handal, jujur, berdedikasi, berdisiplin dan menjadi pribadi yang bertaqwa sebagaimana tujuan puasa. Momentum Ramadhan menjadi momentum untuk melakukan perubahan secara mendasar terhadap pola pikir dan perilaku bangsa,” katanya.

Karena bangsa ini membutuhkan pemimpin dan rakyat yang benar-benar bertakwa yang sekaligus jujur, amanah, adil, fathonah, bermoral, bertanggung jawab, dan berkhidmat penuh mengurus negara dan nasib rakyat.

Sofyan Anif menutup khutbah dengan doa. Ribuan jemaah tampak khusuk mengikuti jalannya sholat idul fitri hingga khutbah selesai disampaikan.   (Marwantoro)