JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tol Trans Jawa Beroperasi, Pemudik Via Pesawat Merosot

Ilustrasi mudik via pesawat. Foto/Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembangunan jalan tol Trans Jawa berpengaruh terhadap angkutan sektor lainnya pada arus mudik 2019 ini.

Terpantau, jumlah pemudik dengan angkutan udara hingga H-2 Lebaran merosot dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Faktor penyebabnya diduga adalah keberadaan tol Trans Jawa dan harga tiket pesawat yang melambung sejak awal tahun ini.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang rute domestik yang berangkat dari 36 bandara pada H-7 hingga H-2 Lebaran secara kumulatif menurun 23,63 persen dibandingkan tahun lalu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat angka penumpang pesawat anjlok.

“Secara umum memang menurun, tapi (faktornya) kombinasi, khususnya bandara yang ada di Jawa itu lebih banyak berpindah kepada penggunakan jalan tol,” ujarnya saat ditemui di Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019).

Baca Juga :  Nama Sandiaga Nongol di Bursa Caketum PPP, Ini Reaksi Gerindra

Budi Karya mengakui ada peralihan penumpang dari angkutan udara ke angkutan darat, setelah Jalan Tol Trans Jawa beroperasi. Ia mencontohkan rute Jakarta ke Semarang yang saat ini dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 6 jam.

Selain ketersediaan akses darat, faktor harga tiket pesawat juga menjadi salah satu pendorong. Budi Karya mengakui, melambungnya tarif penerbangan dari sejumlah maskapai membuat penumpang , khususnya yang berada di luar Jawa, beralih ke moda laut.

Budi menyebut, kenaikan tarif penerbangan terbentuk dari himpunan harga pokok produksi atau HPP. Di dalamnya memuat kompilasi avtur, pajak pertambahan nilai, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Viral Foto Kendaraan Berat Masuk Habitat Komodo, Netizen Sedih. Badan Otorita Pariwisata: Semua Sudah Melalui Kajian Mendalam

Dalam keterangan tertulis, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengakui kondisi penurunan jumlah penumpang. Meski demikian, ia mengakui penumpang pesawat pada masa mudik meningkat ketimbang hari-hari biasa.

“Peningkatan memang tejadi dibandingkan hari-hari normal, saat ini kapasitas angkutan Lebaran di sejumlah bandar udara relatif dalam situasi yang terkendali,” kata Polana.

Adapun puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 31 Mei 2019 dan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 9 Juni 2019.

Polana memaparkan, bedasarkan data Posko Angkutan Lebaran 2019 hingga 3 Juni 2019, total pesawat berangkat sebesar 9.752 penerbangan. Jumlah tersebut turun ketimbang tahun sebelumnya pada 2018 yang mencapai 13.919 penerbangan.

www.tempo.co