JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

UBSI Gelar Seminar Menghadapi Dampak Revolusi 4.0

Joglosemarnews/A Setiawan
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Joglosemarnews/A Setiawan

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam rangka pengembangan di bidang teknologi informasi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Surakarta menyelenggarakan seminar dengan tema Pemberdayaan Lulusan untuk Menghadapi Dampak Industri 4.0 dan Era Disrupsi di gedung UBSI Surakarta, Jumat (28/6/2019).

Puluhan siswa siswi dan mahasiswa se Solo Raya menghadiri acara tersebut guna mengetahui dampak dari industri 4.0, baik dari sisi positifnya maupun sisi negatifnya.

Acara itu diawali dengan aksi donor darah untuk mahasiswa dan karyawan UBSI serta dosen dan masyarakat sekitar di kampus tersebut.

Baca Juga :  Disnakerin Solo Tetap Gencar Promosikan Produk Unggulan UKM di Tengah Pandemi

Bambang Eka Purnama selaku Kepala kampus dan nara sumber menerangkan bahayanya pergeseran dari kebiasaan di dunia nyata ke arah sujia maya atau digital.

Menurut Bambang, sampai sejauh ini, masih dibutuhkan orang yang suka mencangkul. Demikian pula masih diperlukan orang yang memasak.

“Jadi jangan sampai semuanya itu dilakukan secara digital,” ujarnya.

Dikatakan Bambqng, pihaknya akan melakukan pendampingan sesuai dengan potensi diri, sehingga masyarakat mampu memahami dampak industri 4.0.

“Sehingga mereka mampu menyiapkan diri sesuai dengan kebutuhan dan zamannya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dua Program Aplikasi Kanwil KumHAM Jateng Diapresiasi Anggota DPR RI

Bambang berharap, tidak semua aktivitas harus mengalami digitalisasi. Masyarakat juga diharapkan tidak euforia digital dan melupakan sisi konvensional.

“Jangan sampai kita ikut euforia semuanya ke digital, tapi lupa harus bercocok tanam, ketika ada dana desa banyak kita lupa bercocok tanam,” ujarnya.

Bercocok tanam, menurut Bambang sangat perlu. “Jika semua lari ke dunia digital, siapa yang akan menyiapkan padi. Jadi semuanya harus dibagi sesuai potensi diri dan kemampuan diri mereka di bidang apa, meskipun masih tetap menggunakan teknologi,” jelasnya. A. Setiawan