JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Ubur-ubur Tudung Biru Sengat 60 Pengunjung Pantai Selatan Kebumen

Jenis ubur ubur yang menyerang pengunjung pantai selatan Kebumen. TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
loading...
Jenis ubur ubur yang menyerang pengunjung pantai selatan Kebumen. TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selain di wilayah pantai selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ubur-ubur juga muncul di pantai selatan Kebumen.

Ubur-ubur tudung biru atau ubur-ubur api menyerbu pantai saat terjadi puncak keramaian pengunjung, atau musim lebaran.

Alhasil, banyak wisatawan di pantai selatan Kebumen yang menjadi korban sengatan binatang ini.

Untung Sudarmo dari SAR Unit Bantuan Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Kebumenmengatakan, dari data yang dia terima, di Pantai Suwuk Kecamatan Puring Kebumen, korban sengatan ubur-ubur mencapai 50 hingga 60 orang.

Satu korban di antaranya, bocah berusia 11 tahun bahkan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Purwogondo Puring Kebumen.

Korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai karena sempat mengalami sesak nafas.

“Ketika sesak kita langsung larikan ke rumah sakit,”katanya

Kemunculan ubur-ubur bukan hanya meresahkan wisatawan pantai Suwuk.

Pantai Petanahan yang padat pengunjung pun tak luput dari serbuan ubur-ubur.

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemprov Jateng Batalkan Program Mudik Gratis

Dari data yang dia terima dari tim medis yang menangani korban di pantai ini, sebanyak 71 orang menjadi korban sengatan ubur-ubur.

Tetapi seluruh korban itu tidak sampai dirujuk ke rumah sakit.

Ubur-ubur juga dilaporkan muncul di pantai Setrojenar, namun ia belum mendapat data pasti terkait jumlah korban di pantai itu.

Menurut Untung, kebanyakan korban adalah anak-anak yang sebelumnya asyik bermain di pantai.

Penampakan ubur-ubur yang menyerupai air atau transparan dengan ekor biru membuatnya sulit terdeteksi.

Akibatnya, pengunjung yang tak menyadari keberadaan makhluk itu tersakiti saat bersentuhan langsung dengan ubur ubur.

“Gejalanya gatal, panas, dan aboh (bengkak),”katanya

Untung tak mengetahui pasti darimana muasal ubur-ubur api itu.

Menurut dia, ubur-ubur tidak muncul bersamaan di sejumlah pantai di Kebumen.

Karena itu dia menduga, keberadaan ubur-ubur itu berpindah-pindah.

Dari pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta, kawanan ubur-ubur kemudian muncul di pantai Suwuk Kebumen.

Baca Juga :  Nekat Bergerombol Saat Corona Mewabah, Puluhan Pemuda dan Warga di Grobogan Kocar-Kacir Kepergok Razia Social Distancing Polisi

Kini pantai Suwuk disebutnya sudah bersih dari ubur-ubur.

Giliran makhluk itu muncul di pantai Setrojenar Buluspesantren Kebumen kemudian.

Dari pantai Setrojenar, ubur-ubur dilaporkan muncul di pantai Petanahan.

Gangguan ubur-ubur yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan ini tak ayal menambah kesibukan relawan SAR sepertinya.

Di sela operasi SAR untuk pencarian korban hanyut di pantai, ia dan teman-temannya harus membantu penangana korban sengatan ubur-ubur di pantai.

“Gak tahu hari ini ubur-uburnya pindah kemana,”katanya.

www.tribunnews.com