JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Zonasi Bikin Cemas, Bupati Jamin Daya Tampung Sekolah Lebihi Jumlah Lulusan 

Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat diminta tidak resah terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMP di wilayah Karanganyar. Sebab bupati memastikan jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah SMP baik sekolah negeri dan swasta lebih banyak daya tampungnya. Sehingga tidak ada perlu kekawatiran anaknya tidak bisa sekolah.

“Kami pastikan daya tampung masih cukup banyak dibandingkan dengan lulusannya. Kita juga tidak akan menambah rombongan belajar (rombel/kelas)  di sekolah negeri, agar swasta juga ikut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai memberikan pengarahaan kepada Kepala sekolah dan Camat terkait PPDB di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemarin.

Baca Juga :  5 Tahun Tak Dinaiki, Sebuah Mobil BMW Mulus Warga Wonogiri Mendadak Langsung Terbakar Hebat Saat Dibawa Ke Bengkel Karanganyar

Ia menyebut jumlah kelulusan sekitar 11.374 siswa dengan daya tampung sekolah 11.926. Bupati menambahkan sesuai Permendiknas, memang daerah tidak diperbolehkan nambah rombel atau kelas.

Jika bertambah tentu peran swasta akan berkurang. Dengan tidak ditambahnya rombel, maka pihak swasta untuk mencerdaskan bangsa tetap dibutuhkan. Pemkab Karanganyar selain zonasi juga melakukan pendekatan prestasi. Artinya, siswa yang mempunyai nilai baik dapat ikut bersaing ke sekolah yang diinginkan.

Baca Juga :  Putrinya Bawa Foto Berlinang Air Mata, Yulia Korban Pembunuhan dan Dibakar Dalam Mobil Akhirnya Dimakamkan di Delingan Karanganyar

“Zona 1 itu sekolah di desa tersebut. Kemudian, zona 2 ada kolaborasi antara prestasi dan pendaftaran awal. Secara ekonomi, pendekatan zonasi ini dilakukan untuk efisiensi ekonomi dari siswa itu sendiri,” tandasnya.

Rinciannya, 80 persen siswa diterima dari zonasi dan 20 persen terbagi 15 persen untuk siswa berprestasi dan 5 persen untuk siswa yang mengikuti orang tua pindah.

Pihaknya meminta sekolah menjadwalkan piket atau petugas humas yang melayani masyarakat jika ada pertanyaan. Pihaknya meminta dijawab dengan baik dan dibantu sehingga masyarakat tidak bingung. Wardoyo