JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Akhir Tragis Mbah Wongso Ditemukan Tewas Bunuh Diri Nggantung di Pohon Rambutan. Pemicunya Bikin Miris… 

Ilustrasi evakuasi gantung diri. Dok/Wardoyo

IMG 20180106 230918
Ilustrasi evakuasi gantung diri. Dok/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Akhir tragis dialami oleh Wongso Sukarto (76). Kakek renta asal Dusun Jrakah, Kelurahan Delingan, Karanganyar itu ditemukan tewas gantung diri.

Korban ditemukan gantung diri di pohon rambutan di kebun milik tetangganya.

Insiden menggemparkan itu terjadi Senin (15/7/2019) malam. Data yang dihimpun di lapangan, korban sempat dikabarkan tak pulang sejak siang hari.

Menurut keterangan istrinya, Sumi (70), siang sebelum kejadian, suaminya sempat pamit hendak pergi mencari kayu bakar. Namun hingga petang hari tak kunjung pulang.

Bahkan ditunggu hingga malam hari, Mbah Wongso tak kunjung tiba. Rasa cemas pun datang hingga membuat nenek itu pun berinisiatif mencari.

Baca Juga :  Guru-Guru di Karanganyar Diminta Teladani Sifat Punokawan. Begini Penjelasannya!

Karena tak kunjung ketemu, ia kemudian mengabarkan hilangnya suaminya ke tetangga dan kerabat.

Di tengah kegalauan, akhirnya muncul kabar bahwa korban ditemukan sudah gantung diri. Jasad korban kali pertama diketahui oleh kerabatnya, Joko Winarso yang berusaha mencari bersama warga lain.

Saat mencari di dekat lokasi kejadian, ia dikejutkan dengan sosok yang menjuntai di pohon rambutan. Saat didekati, ternyata itu adalah jasad Mbah Wongso.

Suasana seketika langsung gempar. Malam itu juga langsung dilakukan evakuasi dan divisum.

Baca Juga :  Nekat Main Maksiat di Masa Pandemi, 13 Warga di 4 Kecamatan Karanganyar Digerebek dan Ditangkap Polisi. Diamankan Uang Rp 4 Juta

Kapolres Karanganyar, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Karanganyar Kota, AKP Ridwan membenarkan adanya kasus gantung diri itu.

Menurutnya dari hasil olah TKP, korban saat kali pertama ditemukan sudah dalam kondisi meninggal.

“Perkiraan korban sudah meninggal tiga jam sebelum ditemukan,” paparnya kepada wartawan.

Dari hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Dari keterangan kerabat, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran menderita penyakit asam urat. Sakit itu tak kunjung sembuh.

”Pihak keluarga sudah menerima. Setelah kita evakuasi, langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo