loading...
Loading...
Ilustrasi membakar sampah plastik. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Selain mencemari udara, asap pembakaran sampah plastik juga menimbulkan senyawa dioksin yang dapat mengganggu kesehatana manusia. Senyawa ini beracun, tak terlihat serta tak berbau.

Bila tubuh manusia terpapar senyawa tersebut terlalu lama maka dapat membuat penyakit degeneratif datang lebih awal bagi manusia.

Dekan Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Win Darmanto mengatakan penyakit degeneratif seperti alzheimer demensia (pikun) akan lebih cepat datang.

“Tidak hanya itu, ibu hamil juga bisa mengalami gangguan pertumbuhan janin. Sebabkan cacat fisik bagi bayi,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (4/7/2019).

Darmanto menyatakan. sampah plastik tidak boleh dibakar secara sembarangan.

“Seharusnya sampah plastik dibakar menggunakan tungku yang tertutup bertekanan tinggi. Dan asap hasil pembakaran plastik ini jangan sampai keluar yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar,” terangnya.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis A Bisa Sembuh Total, ini Syaratnya

Ia juga menyarankan agar sampah plastik jangan digunakan sebagai bahan bakar industri.

“Gunakan saja kayu bakar atau gas. Meski terbilang mahal namun dari sisi kesehatan lebih aman,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melihat kondisi industri tahu di Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo, Rabu (3/7/2019).

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pihaknya sengaja datang karena mendapat laporan adanya sampah plastik impor yang dijadikan sebagai bahan bakar industri tahu.

“Sebetulnya sampah plastik digunakan sebagai bahan bakar tidak ada masalah. Dan itu sebagai alternatif untuk penanganan sampah agar tidak terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya kepada TribunJatim.com.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis A Bisa Sembuh Total, ini Syaratnya

Namun ia menjelaskan, pengendalian pencemarannya itu yang perlu diatur dan diperhatikan. Karena efek pembakaran sampah plastik berbahaya untuk lingkungan.

“Kita melihat kemungkinan ada residu sampah yang terpilah yang digunakan disini (industri tahu Desa Tropodo, Krian) namun masih perlu kita dalami. Karena kita juga baru pertama kali datang,” tandasnya.

www.tribunnews.com

Loading...