loading...
Dok Suharno

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – PT BPR Antar Rumeksa Arta (ARA) yang berkantor pusat di Tasikmadu, Karanganyar, menggelar workshop Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) Berbasis Penilaian Resiko Nasabah.

Workshop yang berlangsung di Fave Hotel, Yogyakarta, Sabtu (6/7/2019) tersebut diikuti oleh 22 peserta.

Para peserta terdiri dari Direktur Utama, Aris Budi Waluyo, Komisaris Utama, Taka Dityadarma dan Komisaris, Syamsul ma’arif beserta seluruh karyawan.

Direktur Utama, Aris Budi Waluyo, saat membuka acara berharap materi yang dipelajari untuk diterapkan dalam operasional pelayanan kepada nasabah dan calon nasabah, baik untuk transaksi tabungan, deposito dan kredit. Jangan sampai ada aturan dan kebijakan APU PPT yang dilanggar.

Baca Juga :  Karantina Pemudik di Solo Ternyata Boleh Dilakukan di Rumah Sendiri, Asal Memenuhi Syarat Ini

Workshop menghadirkan narasumber Direktur Amalia Consulting, Suharno. Dalam paparannya, Suharno menjelaskan pihak yang terlibat dalam pencucian uang maupun pendanaan terorisme tidak hanya pihak ekternal, namun juga melibatkan pihak internal.

Untuk itu perlu ditingkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Terkait terorisme, Suharno, yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, mengingatkan adanya perubahan modus operandi.

“Dulu kegiatan teror dilakukan terorganisasi, namun saat ini bisa dilakukan individu. Sehingga potensi pelaku teror menggunakan BPR untuk media menghimpun dan menyalurkan pendanaan terorisme sangat terbuka, ” paparnya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Baca Juga :  Surat Haru Dari Wali Kota Solo untuk Siswa-siswi agar Tetap Belajar di Rumah Akibat Wabah Corona, Begini Isinya

Workshop berlangsung atraktif dan komunikatif, ditutup oleh Komisaris, Syamsul Ma’rif dengan menyerahkan secara simbolis piagam kepersetaan kepada wakil peserta Yuni Susilowati dan Iskandar Wibowo. suhamdani