loading...
Kades Jambanan Sugino Welly menunjukkan ladang jagung yang rusak diawut serangan tikus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Musibah yang menimpa petani di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen Purno Diharjo (70) asal Dukuh Jipangan RT 9, Jambanan, Rabu (24/7/2019) pagi memang cukup tragis. Kakek malang itu tewas kesetrum jebakan tikus beraliran listrik yang dipasang mengeliling tanaman padi di sawahnya.

Perjuangan keras Purno menyelamatkan padinya dari amukan tikus dengan jebakan berlistrik, justru mengantarkannya menuju ajal. Seberapa efektif sebenarnya jebakan listrik itu?

Menurut keterangan petani setempat, jebakan tikus yang dibuat dengan kawat mengitari sawah itu memang cukup efektif.

Dalam semalam, jebakan itu mampu menyetrum dan membunuh lebih dari 100 ekor tikus. Termasuk di sawah korban, jebakan tikusnya mampu mereduksi serangan dan mematikan banyak hewan pengerat itu.

“Semalam bisa 100an tikus yang mati. Bisa dilihat sendiri, bangkai-bangkai tikus di sawah dan tiap pagi ratusan bangkai tikus dikumpulkan,” papar Parno, salah satu warga Jambanan.

Baca Juga :  Apresiasi Penanganan Covid-19, Fraksi Demokrat Sragen Usulkan Tagihan Pelanggan PDAM Disubsidi Minimal 50 %, Setuju?

Kades Jambanan Sidoharjo, Sugino Welly mengakui serangan tikus di wilayahnya memang sudah sangat meresahkan. Berbagai upaya dilakukan petani untuk memberantas namun masih gagal menumpas serangan tikus.

Jebakan beraliran listrik menjadi harapan terakhir petani dan diakui cukup banyak membunuh tikus. Dalam semalam, jebakan listrik itu bisa membunuh 100 ekor lebih tikus di satu lahan sawah.

Termasuk di sawah korban, juga sudah banyak tikus yang terbunuh.

“Dalam semalam antara 100 ekor sampai 150 ekor tikus bisa kena dan mati kesetrum. Hanya saja memang berbahaya dan sangat berisiko. Saya sudah berulangkali mengingatkan agar hati-hati dan kalau subuh segera dimatikan listriknya. Karena kalau sampai mengenai orang lain, kan bisa jadi masalah hukum,” tuturnya.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Perjuangan keras petani di Jambanan, mestinya menjadi pemikiran bagi dinas terkait untuk mencarikan solusi meredakan hama tikus.

Baca Juga :  Update Terbaru Corona Sragen Hari Ini, Jumlah PP Mencapai 6.151 Orang, ODP Tambah Lagi Jadi 106 Orang dan 3 Orang PDP. Satu Pasien Meninggal Masih Tunggu Hasil Lab!

“Yang nggak dipasangi jebakan listrik, ya habis habis tenan. Lihat sendiri, yang nggak dipasangi kan jagung saja sudah gothang (lowong) banyak karena diawut tikus,” tandas Welly.

Kapolsek Sidoharjo Iptu Zaenal Arifin yang sempat mengecek kondisi jaringan yang dipasang mengelilingi sawah korban, menuturkan jebakan listrik itu memang sangat berbahaya.

Ia pun mengimbau petani menghentikan jebakan listrik untuk tikus dan beralih menggunakan pembasmian dengan cara lain.

“Karena memang sangat berisiko dan berbahaya,” paparnya. Wardoyo