loading...
Loading...
Suasana malam puncak ritual Jumat pon di Gunung Kemukus Sumberlawang, Sragen yang dipadati ribuan pengunjung. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Insiden pengunjung obyek wisata Makam Pangeran Samudera atau Gunung Kemukus di Desa Pendem, Sumberlawang yang tewas saat ritual seks dengan pasangannya, Kamis (12/7/2019) malam terjadi saat malam Jumat Pon yang ramai pengunjung.

Menurut catatan pengelola obyek wisata Gunung Kemukus, jumlah pengunjung Kemukus saat puncak ritual malam Jumat Pon mencapai ribuan.

“Total pengunjung saat malam Jumat Pon kemarin sekitar 1.650 orang. Saat kejadian itu (pengunjung tewas), baru pas pada mau naik karena masih agak sore sekitar pukul 20.00 WIB,” papar Pengelola Obyek Wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno kepada Joglosemarnews.com, Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga :  Kekeringan Sragen Mulai Memuncak. Gelontoran Droping Sudah Lebih 200 Tangki, Tiap Hari 4 Mobil PDAM Dikerahkan Wira-wiri Kirim Air 

Pria malang bernama Sutoyo (71) itu ditemukan meregang nyawa saat ngamar di sebuah rumah kontrakan milik Daryadi di Dukuh Gunung Sari, Pendem, Sumberlawang.

Diduga kuat, kakek asal Dukuh kricak RT 3/4, Karang Geneng, Pitu, Ngawi, Jatim itu tewas seusai menjalani ritual seks usai berziarah di Kemukus. Kebetulan malam Jumat Pon identik sebagai malam keramat sekaligus puncak ritual di kompleks obyek wisata yang sempat tersohor dengan aroma esek-eseknya itu.

Baca Juga :  Proyek Jalan Grompol-Jambangan Bikin Sengsara, Warga Sragen dan Karanganyar Demo Pelaksana. Hujan Debu Dinilai Matikan Usaha dan Picu Penyakit 

Tak ayal, malam itu pengunjungnya membeludak. Kabar yang beredar, sebelum tewas, korban diketahui sempat masuk kamar dengan seorang wanita yang diduga teman kencannya.

Data yang dihimpun di lapangan, tewasnya korban diketahui sekitar pukul 19.00 WIB oleh pemilik kontrakan.

Tak lama berselang, tim Polsek Sumberlawang dipimpin Kapolsek AKP Fajar Nur Ihsanudin yang menerima laporan adanya korban tewas, langsung meluncur ke lokasi bersama tim medis dan Inafis Polres untuk melakukan olah TKP.

“Saat tiba di lokasi, kami temukan korban memang sudah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, diperoleh tanda kuku korban membiru dan keluar air mani dari kemaluan korban,” papar Kapolsek AKP Fajar mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (11/7/2019) malam.

Baca Juga :  1.000 Warga Jenar Sragen Tak Dapat Daging Kurban, Solopeduli Langsung Salurkan 2 ekor Sapi

Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Gemolong untuk dilakukan visum dan dimandikan sembari menunggu pihak keluarga menjemput.

Kapolsek menambahkan dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Perihal kabar korban tewas saat berkencan, Kapolsek menyebut masih dalam penyelidikan. Wardoyo

Iklan
Loading...