loading...
Loading...
Ilustrasi Kamtis. Sumber/FB Kamtis

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Misteri pelajar yang tewas korban tabrak lari terlindas truk di Jalan Raya Ngawi-Sragen tepatnya di depan SPBU Jatisumo, Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Sabtu (6/7/2019) dinihari akhirnya terungkap.

Pelajar bernama Muhammad Bagas Saputra (16) itu ternyata diketahui merupakan fans berat band Endank Soekamti.

Bagas bersama rombongan teman-temannya malam itu sedianya hendak mencari tumpangan mobil truk. Mereka hendak menyaksikan konser band kesayangan yang akan tampil di Jogja.

“Dari keterangan teman-temannya, korban dan rombongan sedianya akan nonton konser Endang Soekamti di Jogja. Nah mereka itu pinginnya nyari tumpangan truk. Ndak tahunya malah ditabrk truk yang hendak dicegat,” ujar Ahmad, salah satu warga yang ada di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Kecelakaan Karambol Kontainer dan 4 Kendaraan di Sambungmacan Sragen. Dua Mobil Mewah Ringsek dan 2 Motor Rusak Parah 

Menurut hasil olah TKP kepolisian, malam itu, korban berjalan kaki bersama 8 temannya. Semua masih tercatat berstatus pelajar dengan usia 15-16 tahun.

Mereka adalah bagian dari Kamtis, sebutan untuk para fans berat band Endang Soekamti.

Menurut keterangan dari rekan-rekan korban saat diinterogasi polisi, Bagas yang berusia 16 tahun itu tewas mengenaskan setelah terlindas truk tak dikenal itu.

Bagas diketahui berasal Dukuh Robahan RT 06/02, Desa Darmorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jatim.

Data yang dihimpun berbagai sumber, kecelakaan tragis itu terjadi pukul 01.30 WIB. Kecelakaan bermula ketika korban bersama 8 temannya dari berbagai wilayah, malam itu hendak bepergian bareng.

Baca Juga :  23 RT di Desa Ngandul Sragen Beradu Percantik Kampung Demi HUT RI. Dari Lampu Warna-Warni Hingga Berdayakan Sampah Untuk Hias Lingkungan 
Ceceran darah masih terlihat di bekas lokasi tewasnya satu pelajar yang terlindas truk saat nyegat cari tumpangan di Jalan Sragen-Ngawi depan SPBU Jatisumo, Sambungmacan, Sabtu (6/7/2019), dinihari. Foto/Wardoyo

Layaknya anak punk, mereka berombongan dan berharap tumpangan mobil yang lewat. Setelah menempuh perjalanan, dinihari tadi mereka sampai di SPBU Jatisumo, Sambungmacan.

Mereka kemudian nongkrong di depan SPBU Jatisumo. Pada saat itu, truk tak dikenal itu melaju dari arah timur menuju ke Sragen.

Melihat truk dari timur, korban dan beberapa temannya bangkit dari duduk dan mencoba mengadang untuk menumpang.

Nahas, truk bukannya berhenti namun tetap melaju. Malang tak dapat ditolak, truk langsung menyambar tubuh korban dan melindasnya.

Tubuh pelajar itu mengalami luka parah terlindas mulai dari pusar sampai mata kaki hancur dan meninggal di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Polres Sragen Tangkap 12 Tersangka Mafia Narkoba dan Bandar Pil Koplo. Diamankan 8,8 Gram Sabu, 1.630 Butir Pil Y dan Tramadol 

Melihat rekannya terlindas truk, teman-teman korban histeris dan sempat berusaha mengejar truk yang melindas. Namun truk yang melaju kencang dan situasi jalur agak sepi, membuat mobil gagal terkejar dan tidak terdeteksi.

“Kendaraan yang menabrak langsung melaju. Korban awalnya berniat nyegat, tapi karena jaraknya sangat dekat lalu tersambar dan terlindas. Korban meninggal di lokasi kejadian,” ujar Man, salah satu warga sekitar kepada Joglosemarnews.com, Sabtu (6/7/2019).

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan kejadian kecelakaan maut tersebut. Menurutnya korban meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan tak dikenal. Wardoyo

Iklan
Loading...