loading...
Loading...
Dua tersangka pengeroyokan sadis di Gunung Kemukus saat dibekuk dan dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (18/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Polres Sragen mengamankan dua tersangka pengeroyokan sadis dan perampasan terhadap seorang pemuda di Gunung Kemukus Pendem, Sumberlawang.

Kedua pelaku yang kemudian dibekuk polisi itu masing-masing Hendri Pranoto Adhi Kusuma (25) dan temannya, Handoko Mukti (20), keduanya warga Dukuh Balak, RT 7, Tegaldowo, Gemolong, Sragen.

Keduanya dibekuk setelah mengeroyok dan merampas HP seorang pemuda asal Sukorejo RT 7, Padas, Tanon, bernama Agung Hidayat (28).

Tragisnya, aksi pengeroyokan itu hanya dipicu gara-gara sepele yakni stiker perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT). Kedua pelaku kalap dan menghajar korban membabi buta karena mengetahui motor korban ditempeli stiker PSHT.

Aksi itu terungkap setelah digelar konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (18/7/2019). Konferensi pers penangkapan pelaku pengeroyokan itu dipimpin Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Kasat Reskrim AKP Harno dan Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ihsanudin.

Baca Juga :  Tak Banyak Yang Tahu, Sekda Sragen Ternyata Diam-diam Tertangkap Sering Beri Makan Puluhan Burung Dara di Alun-alun Tiap Pagi. Alasannya Mengejutkan! 

Selain mengamankan kedua tersangka, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus itu. Di antaranya Dosboox Handphone J2 Prime milik korban, sepeda Yamaha Vixion AD 4241 MY, sepeda motor Yamaha Mio AD 2839 AOE dan Handphone Samsung J2 Prime warna hitam milik korban yang dirampas tersangka.

Kasus pengeroyokan sendiri terjadi pada Rabu (5/6/2019) dinihadi sekira pukul 03.00 WIB dinihari di sebuah warung kopi di Dukuh Gunungsari, RT 035, Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen.

Dari kronologis yang diungkap polisi, kejadian bermula ketika dinihari itu, korban bersama kedua pelaku sedang pesta miras ciu di warung milik Sugiyanto, di Gunung Sari kompleks Gunung Kemukus.

Baca Juga :  200 Polisi Sragen Diterjunkan Antar SIM ke Rumah Pemohon. Ada 6.000 Permohonan Masih Menunggu Untuk Dicetak 

Saat itu, kedua pelaku sempat ngobrol dengan korban. Saat itu keduanya mengamati stiker PSHT yang berada di spakbord depan motor milik korban.

Tak lama kemudian, kedua tersangka yang sudah mabuk lantas mengajak korban pergi menuju jembatan Gunung Kemukus.

Kemudian di tengah perjalanan, Hendri menyuruh Handoko untuk menanyakan apakah korban seorang warga PSHT karena memasang stiker PSHT.

Setelah sampai di tengah jembatan, Handoko pun langsung bertanya kepada korban. Mendapat pertanyaan itu, korban hanya menjawab dengan bahasa isyarat yang artinya bukan warga PSHT.

Entah kenapa melihat jawaban itu, seketika itu kedua pelaku langsung mengamuk dan memukuli korban secara membabi buta.

Korban dihajar bergantian oleh kedua pelaku hingga babak belur. Selain itu, keduanya juga menyuruh korban untuk melepas stiker PSHT dari motornya.

Baca Juga :  Terbongkar, Korupsi Pungli Alsintan Sragen Gunakan Sandi Uang Administrasi. Apri Akui 5 Kali Setor ke Sudaryo Antara Rp 2,5 Juta Hingga Rp 35 Juta

Tak cukup sampai di situ, melihat mangsanya tak berdaya, tersangka Hendri juga merampas paksa HP Samsung J2 Prime milik korban. Ia juga merampas kontak motor korban lalu membuangnya ke jalan.

Setelah puas menganiaya dan memperdaya korban, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang sudah terkapar tak berdaya.

“Kedua tersangka itu menganiaya korban dan merampas HP milik korban. Setelah menerima laporan, kami lakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap kedua tersangka,” papar AKP Fajar di hadapan wartawan.

Kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Sragen untuk menjalani proses hukum. Keduanya bakal dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Wardoyo

Loading...